Lifting Minyak Agustus Lampaui Target, Blok Cepu Penyumbang Terbesar

Selasa, 15 September 2020, Dibaca : 181 x Editor : nugroho

Ist/skk migas
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan kinerja capaian lifting minyak Agustus yang melampaui target.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih menjadi andalan pemerintah Indonesia memenuhi target lifting-realisasi operasional produksi siap jual- nasional. Produksi minyak dari lapangan migas yang dikendalikan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) itu sekarang ini telah berada dikisaran  228.000-229.000 barel atau meningkat dari sebelumnya 220.000 barel per hari (bph). 

Sedangkan lifting minyak Banyu Urip hingga 17 Agustus 2020 lalu telah mencapai 600 kali.  

Baca Lainnya :

    "Produksi minyak Blok Cepu saat ini mencapai lebih dari 220 ribu barel per hari," ujar Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya kepada suarabanyuurip belum lama ini.

    Bahkan dari hasil dari kajian teknis yang berkesinambungan, EMCL telah merevisi jumlah cadangan Banyu Urip hingga 450 juta barel minyak, dan baru-baru ini meningkat lagi hingga 823 juta barel minyak. 

    Baca Lainnya :

      Berdasarkan laporan kinerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), data lifting minyak nasional per 31 Agustus 2020 tercatat sebesar 706,9 ribu barel minyak per hari (bopd) atau 100,3 persen melampaui target APBN-P yaitu 705 ribu bopd. Kinerja hulu migas ini menunjukkan perkembangan cukup baik meski masih berada di tengah pandemi COVID-19. 

      Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih mengatakan pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh pihak yang terlibat.  

      “Meskipun kondisi pandemi tidak juga membaik, namun kami bersama KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) berhasil menjalankan program kerja sesuai dengan target yang ditetapkan. Kami bersyukur lifting migas secara year to date di Agustus melampaui target,” katanya dilansir dari laman SKK Migas. 

      Susana menambahkan bahwa di sisa empat bulan mendatang pihaknya akan fokus pada upaya mitigasi resiko sehingga kendala-kendala produksi dapat diatasi. 

      "Kami akan evaluasi sekiranya ada pekerjaan operasi produksi yang bisa dipercepat. Tentunya juga melakukan mitigasi resiko agar angka lifting dapat dipertahankan hingga akhir tahun,” ucap Susana.

      Sedangkan untuk salur gas, SKK Migas mencatat sebesar 5.516 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) atau 99,3 persen dari target APBN-P yakni 5.556 mmscfd. “Kami lihat serapan gas oleh para konsumen di Agustus sudah membaik dibanding bulan-bulan sebelumnya. Untuk itu kami optimis, dengan semakin baiknya perekonomian di bulan-bulan mendatang maka serapan juga akan naik,” tutur Susana.

      Selain fokus pada program kerja yang sudah ditetapkan, SKK Migas juga melakukan beberapa langkah optimasi agar lifiting migas nasional dapat mencapai target.

      “SKK Migas saat ini tengah merealisasikan enam langkah extraordinary efforts untuk memastikan lifting migas nasional mencapai target sehingga dapat memberikan penerimaan negara yang optimal pada masa sulit seperti sekarang ini,” pungkas Susana.(suko) 


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more