Madu Jonegoroan Solusi Ekonomi di Tengah Pandemi

Sabtu, 02 Mei 2020, Dibaca : 543 x Editor : nugroho

Ist
PANEN : Madu Jonegoroan membuka peluang usaha bagi warga tedampak pandemi virus corona.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Wabah virus corona atau Covid-19 telah berdampak terhadap sendi ekonomi masyarakat.  Berbagai sektor mengalami kelumpuhan akibat kebijakan social distancing untuk mencegah penyebaran virus dari Wuhan China tersebut.

Tak terkecuali industri pariwisata. Pemilik usaha travel wisata tidak lagi memperoleh orderan. Praktis tidak ada lagi pendapatan yang mereka peroleh.

Baca Lainnya :

    Untuk mensiasati kondisi tersebut, beberapa karyawannya di unit usaha tour pariwisata diberikan usaha baru yaitu menjadi reseller Madu Jonegoroan. 

    Usaha tersebut menjadi peluang bisnis baru bagi mereka untuk memperoleh tambahan pendapatan. Lucky, salah satu Tour Leader, mengaku beruntung bisa menjual Madu Jonegoroan.

    Baca Lainnya :

      "Alhamdulillah bisa dapat tambahan pendapatan di kondisi seperti ini," ujarnya, Sabtu (2/5/2020).

      Sistem penjualan Madu Jonegoroan bisa langsung diantar maupun bisa dikirim via online, pelanggan tinggal wa, kita langsung kirim dan uangnya bisa ditransfer

      "Ada beberapa karyawan saya yang biasa menjadi tour leader, guide, sopir sekarang menjalani profesi jualan madu. Hasilnya lumayan juga," tegasnya. 

      Wahyu Setiawan, peternak lebah Madu Jonegoroan di Bojonegoro, mengaku penjualan madu yang digelutinya melonjak beberapa kali lipat setelah pandemi Virus Corona. 

      "Kata orang-orang bisa menangkal virus corona," sambung Wahyu.   Untuk harga Madu Jonegoroan dipatok mulai harga Rp 40 ribu, 60 ribu, 100 ribu hingga Rp 150 ribu dengan ukuran 460 mili liter.

      Sebagai informasi, Madu Jonegoroan adalah Madu Murni yang memiliki keaslian Madu Murni Alami yang berasal dari Budidaya Lebah Apis Mellifera yang Pembudidayaanya bergerak dari satu tempat ke tempat lain mengejar musim pembungaan Tanaman Pakan Lebah semisal bunga Randu, Sengon, Sono, Karet, Rumput Liar, Jagung dan lain-lain.

      Untuk lokasi budidaya di Bojonegoro pernah dikembangkan di Kecamatan Kapas dan Balen. Saat ini Madu jonegoroan telah memiliki sertifikat Depkes PIRT.

      "Lokasi budidaya saat ini di kawasan Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak atau terkenalnya di kawasan hutan Jati peteng," pungkas mantan Komisaris BUMD Hotel GDK Bojonegoro itu.(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more