Mahasiswa Blora Asah Kemampuan Menulis

Kamis, 22 Maret 2018, Dibaca : 1557 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
ANTUSIAS : Mahasiswa Al-Muhammad saat mengikuti pelatihan jurnalistik untuk mengasah kemampuan menulis.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Sebanyak 30 mahasiswa Al-Muhammad mendapat pendidikan jurnalistik yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampus setempat, untuk mengasah kemampuan menulis, Kamis (23/3/2018).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung MTs Maarif Blora, Jawa Tengah, itu menghadirkan pemateri Ngatono, dari salah satu media online. Pelatihan ini mengusung tema “The Power of Writing, Satu Goresan Sejuta Perubahan”. 

“Ini juga untuk mengasah agar mahasiswa aktif menulis. Tidak hanya dalam membuat makalah saja,” ujar Ketua panitia kegiatan, Itsna kepada media suarabanyuurip.com.

Materi yang disampaikan di antaranya terkait penulisan berita, opini, artikel, features, dan liputan mendalam atau investigasi. Sebelumnya kegiatan sama juga dilaksanakan di Kampus Cepu pada 18 Meret lalu, dengan jumlah peserta 60 mahasiswa.

Baca Lainnya :

    Sementara, Dosen STAI Al Muhammad, Suratman, mendukung kegiatan yang dilaksanakan mahasiswanya. Sebab, untuk melawan berita bohong atau hoax, salah satunya dengan berita positif.  

    “Kalau mahasiswa memahami penyusunan berita yang baik dan benar. Maka berita hoax itu bisa terkendali,” ungkapnya.

    Baca Lainnya :

      Pemateri, Ngatono, menyampaikan, dengan belajar jurnalistik ini mahasiswa akan lebih mudah membuat karya ilmiah di kampus. Selain itu juga akan memiliki keterampilan menulis seperti berita.

      “Karena setiap kegiatan di kampus harus dipublikasikan, dengan gaya penulisan yang baik," tutur pria single ini.

      Alumnus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blora ini, berpesan, dunia tulis menulis juga sebagai kontrol sosial. Karena itu mahasiswa dituntut selalu merespon kondisi sosial. 

      “Salah satunya dengan membangun opini publik dengan tulisan. Ini penting, karena mahasiswa sebagai agent of change atau gen perubahan,” pungkas penggemar kopi kotok tersebut.(ams)


Show more