Malam Ini Alat Pemrosesan Gas JTB Masuk Lokasi

Jum'at, 10 Januari 2020, Dibaca : 1258 x Editor : nugroho

d suko nugroho
KEMBALI LANJUTKAN PERJALANAN : Mobilisasi peralatan Gas JTB berupa Selexsol Section 2 dijadwalkan masuk lokasi proyek malam ini.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Mobilisasi alat pemrosesan gas Jambaran - Tiung Biru (JTB) berupa Selexsol Section 2, kembali dilanjutkan menuju lokasi proyek di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (10/1/2020), pukul 22:00 Wib.  

Sebelumnya alat yang bentuknya menyerupai rudal dengan berat 60 ton dan panjang 33 meter itu terparkir di rest area rumah makan Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, sejak Jumat dini hari.

Baca Lainnya :

    "Malam ini masuk site," ujar Site Manager PT Rekayasa Industri (Rekin), pelaksana proyek EPC-GPF JTB, Zaenal Arifin kepada suarabanyuurip.com, Jumat malam.

    Sama seperti mobilisasi Absorber Section 2 dan 3 yang sudah masuk lokasi proyek, Selexsol Section 2 ini juga akan melintasi perlintasn rel kereta api sebidang turut Desa Sudu, Kecamatan Gayam. Kemudian melewati ROW yang berada di sebelah timur jalan layang (Flyover) Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu.

    Baca Lainnya :

      Setelah Selexsol Section 2 masuk lokasi, mobilisasi rangkaian peralatan pemrosesan gas JTB masih menyisakan tiga unit lagi. Yakni Selexsol Section 1, serta Absorber Section 1 dan 4.

      Menurut Zaenal, Selexsol Section 1 memiliki berat 91 ton, dengan panjang 34 meter berdiameter 4 meter. Sedangkan Absorber Section 1, memiliki berat 106 ton, dengan panjang 15 meter berdiameter 4 meter. Sementara Absorber Section 4 memiliki berat 100 ton, dengan panjang 17 meter berdiameter 4 meter.

      "Untuk mobilisasi tiga unit alat itu akan kita lakukan mulai 13 sampai 28 Januari," pungkas Zaenal.

      Peralatan tersebut nantinya akan memproses gas dengan produksi 192 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada akhir 2021, dari cadangan sebanyak 2,5 triliun kaki kubik (TCF).   

      Produksi gas JTB nantinya dialirkan melalui pipa gas Gresik-Semarang, untuk memenuhi kebutuhan 19 sektor industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Termasuk industri tekstil, ban, baja, keramik, serta makanan dan minuman.(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more