Malam Nanti Absorber Gas JTB Seberat 106 Ton Melintas Kota Bojonegoro

Jum'at, 24 Januari 2020, Dibaca : 549 x Editor : nugroho

ririn wedia
MOBILISASI : Absorber section 1 terparkir di rest are Jambatan Timbang, dan dijadwalkan malam ini lanjutkan perjalan menuju kota


SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - PT Rekayasa Industri (Rekind) kembali melakukan mobilisasi peralatan pemrosesan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB). Kali ini, peralatan yang diangkut adalah H2S Selexol atau absorber section 1 yang memiliki berat 106 ton dengan panjang 15 meter dan berdiameter 4 meter. 

Absorber section 1 sekarang ini parkir di Jembatan Timbang, Kecamatan Baurno, Jumat (24/1/2020), mulai pukul 04.25 Wib, setelah diberangkatkan dari RS Mhamadiyah Babat, Kabupaten Lamongan, pada 23 Januari 2020 pukul 21:45 Wib.

Baca Lainnya :

    "Malam nanti pukul 21.45 wib kita jadwalkan melanjutkan perjalanan menuju kota Bojonegoro," kata Site Manager PT Rekind, Zaenal Arifin kepada suarabanyuurip.com, Jumat (24/1/2020). 

    Dijelaskan, selama perjalanan dari RS Muhammadiyah Babat melintas jalan Gotong-royong Babat, memerlukan waktu cukup lama.

    Baca Lainnya :

      "Karena absorber section 1 ini lebih panjang dan tinggi sehingga membutuhkan konsentrasi yang extra," ujar Zaenal. 

      Ada beberapa tantangan dalam transportasi Selexol Section 1. Di antaranya pada saat memasuki Jalan Gotong-royong, dan Jembatan Semar Mendem.  

      Petugas kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) dengan cara buka tutup bagi kendaraan dari arah depan dan belakang untuk melintas bergantian. Cara ini dilakukan karena ukuruan absorber section 1 lebih panjang dan tinggi.

      "Sehingga diperlukan pekerjaan yang penuh kehati-hatian agar tidak terjadi sesuatu yang fatal," tegas pria yang berdomisili di Kabupaten Tuban itu.

      Absorber section 1 dijadwalkan tiba di rest are rumah makan Desa Ngulanan pada Sabtu (25/1/2020), dini hari pukul 01.45 Wib. Sebelum melanjutkan perjalanan lagi menuju lokasi proyek gas unitisasi JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Minggu (26/1/2020), pukul 21:45.

      Ada tiga peralatan pemrosesan gas JTB yang sudah masuk lokasi EPC-GPF.  Yakni Absorbeber Section 2 dan 3 pada 7 Desember 2019, dan Selecsol Section 2 pada 10 Januari 2020. 

      Absorber Section 2 memiliki berat 98 ton dengan panjang 15 meter, dan berdiameter 4 meter, dan Absorber Section 3 seberat 103 ton, panjang 16 meter, dan berdiameter 4 meter. Sedengakan Selexsol Section 2 seberat 57 ton, panjang 33 meter dan berdiameter 3 meter.

      Setelah Absorber Section 1 yang sedang dilakukan mobilisasi, masih ada lagi alat pemrosesan gas JTB berupa Absorber Section 4 seberat 100 ton, panjang 17 meter dan berdiameter 4 meter, serta Selexsol Section 1 seberat 91 ton, panjang 34 meter dan berdiameter 4 meter.(rien)

       



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more