Mantan Ketua DPRD Laporkan Bupati Anna ke Polisi

Senin, 01 Maret 2021, Dibaca : 3708 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Anwar saat mendatangi SPKT Polres Bojonegoro dengan menunjukkan bukti pelaporan kepada petugas.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro periode 1999-2004, H. Anwar Sholeh, melaporkan Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Mu'awanah ke Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, Senin (01/03/2021).

Pasalnya, ia menduga telah terjadi pemalsuan akta otentik yang digunakan Bupati Anna saat mendaftar Calon Bupati Bojonegoro dalam Pilkada tahun 2018.

Baca Lainnya :

    Anwar Sholeh mengaku, pelaporan tersebut dilatarbelakangi dari pernyataan teman-teman sekolah Bupati Anna yang di Kabupaten Tuban, yang menyebut bahwa nama teman mereka yang telah menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bojonegoro tersebut bukanlah Anna Mu'awanah, tetapi Muk'awanah. Secara ejaan berbeda, dan tidak ada nama Anna.

    "Kami ini sering bepergian ke Tuban, dan kebetulan bertemu beberapa teman-teman Bu Muk'awanah, dari teman-teman SD, Tsanawiyah, di Tuban itu yang cerita. Bupati Bojonegoro itu namanya Bukan Anna, tapi Muk'awanah, itu kata teman-teman beliau, nah dari sini kemudian kami dapat sumber datanya," terangnya.

    Baca Lainnya :

      Tujuan Anwar mengajukan laporan tersebut adalah karena aturan hukum berlaku kepada siapa saja. Baik kepada pejabat maupun rakyat jelata. Sebagai rakyat, ia berharap kepada penyidik untuk mengungkap kebenaran bukti yang telah dilaporkannya melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bojonegoro.

      Ditunjukkan oleh Anwar, bahwa permasalahan yang ia laporkan adalah karena ditemukan ketidaksamaan nama antara yang ada di ijazah SD, dan Sekolah tingkat menengah dengan Ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi.

      "Kami menduga bahwa perbuatan terlapor menggunakan dengan sengaja mencantumkan nama Anna Mu'awanah yang tidak sesuai dengan nama aslinya dengan tujuan untuk mendapatkan gelar Sarjana di Universitas Borobudur Jakarta," ujarnya kepada SuaraBanyuurip.com.

      Anwar juga menduga terlapor menyuruh memasukkan ke dalam akta otentik mengenai suatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai akta itu seolah-olah keterangannya sesuai dengan kebenaran.

      Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bojonegoro, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Iwan Hari Poerwanto mengatakan, belum mendapat disposisi dari Kapolres terkait laporan Anwar Sholeh.

      "Saya belum mendapat disposisi dari Pak Kapolres atas aduan itu. Peristiwa yang dilaporkan belum tentu merupakan suatu tindak pidana, sehingga perlu dilakukan penyelidikan terlebih dahulu oleh pihak yang berwenang untuk menentukan perbuatan itu merupakan tindak pidana atau bukan," jelasnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more