Mencetak Uang dari Gedebok Pisang

Selasa, 29 Juni 2021, Dibaca : 1079 x Editor : samian


Mencukupi kebutuhan hidup tak harus membuka usaha yang besar. Bermodalkan kreativitas dengan mengelola limbah gedebok pisangpun juga mampu mencetak uang untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

TANAMAN pisang tidak hanya buah dan daunnya saja yang menjadikan berkah. Gedebok (batang)-nyapun juga bisa menghasilkan rupiah untuk meningkatkan ekonomi. Suwoto adalah salah satunya yang membuktikan.

Pria yang berdomisili di Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu hingga saat ini tetap mempertahankan usahanya menjadi pengepul gedebok kering yang ditekuni sejak tahun 2002 silam. Bahkan mampu membuka peluang kerja bagi warga tani sekitar proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).

Baca Lainnya :

    "Usaha mengelola gedebok kering ini saya lakukan mulai tahun 2002. Alhamdulillah masih lancar sampai sekarang," kata Suwoto, kepada Suarabanyuurip.com.

    Diceritakan, gedebok kering diperoleh dari para petani desa sekitar yang sudah menjadi langganannya sejak dulu. Per kilogram gedebok kering dihargai Rp 2000. Dalam seharinya mampu mengumpulkan lebih dari dua kwintal gedebok kering.

    Baca Lainnya :

      "Petani menjual gedebok keringnya tidak harus datang kerumah saya. Bisa ketempat kelompok yang sudah terbentuk yang dekat dengan rumah mereka. Seperti di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Desa Mediyunan, Kecamatan Ngasem, dan masih ada lagi dibeberapa desa lainnya untuk menampung gedebok dari petani," ujarnya.

      Hasil pengumpulan gedebok tersebut, lanjut Suwoto, masih dilakukan pemilihan yang pendek dikumpulkan dengan yang pendek. Ukuran yang panjang dikumpulkan yang panjang. Setelah terkumpul dan mendapatkan satu truk baru dijual ke pembeli.

      "Seminggu sekali saya jual, tapi tidak perlu ngirim sudah diambil sendiri oleh pembeli dari Jogja. Rata-rata dalam seminggu dapat satu ton gedebok kering," jelas pria bertubuh subur ini.

      Satu ton gedebok yang biasa oleh pembeli dihargai Rp 4 juta. Sedangkan kalau gedebok yang dibuat untuk keranjang tembakau satu truknya bisa mendapatkan uang Rp 17 juta.

      "Tapi kalau jual kiloannya itu rata-rata dapat uang Rp 5 juta sampai Rp 6 juta satu truk berisi 2 ton lebih," ucapnya.

      Ditekuninya usaha mengelola gedebok bersama sang istri Sriatun, selain tidak rumit dan mendapatkan hasil, juga lebih mudah untuk didapatkan. Karena di lingkungan pedesaan banyak warga yang menanam pisang. Tak hanya itu, juga untuk menciptakan peluang kerja sendiri dan para petani demi menyambung hidup.

      Untuk memudahkan dan meningkatkan jumlah barang yang diperoleh, ia juga memiliki kebun pisang sebanyak 200 pohon yang dirawat oleh petani. Nantinya limbah gedebok pisang yang sudah dikeringkan oleh petani ia beli.

      "Untuk hasil, alhamdulillah cukuplah buat kebutuhan keluarga sehari-hari," pungkasnya.

      "Berapapun hasil yang kami dapat, tak syukuri saja, Mas. Terpenting masih mendapatkan keuntungan, dan tidak merugikan orang lain," sambung Sriatun, istri Suwoto, disela-sela memilah gedebok.(Sami'an Sasongko)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more