Menengok Salah Satu Kilang Minyak Tertua di Indonesia

Senin, 05 April 2021, Dibaca : 426 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
SALAH SATU KILANG TERTUA : Kilang Minyak Milik PPSDM masih dioperasikanan bagi peserta pelatihan sertifikasi migas.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) sebagai salah satu lembaga pelatihan dan sertifikasi sektor migas yang bernaung di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ternyata juga mempunyai kilang. Kilang ini difungsikan sebagai sarana teknis proses pembelajaran dalam pelatihan dan sebagai tempat uji kompetensi serta sertifikasi LSP PPSDM MIGAS.

Selain untuk pengembangan SDM industri migas, kilang PPSDM Migas yang berada di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini juga berfungsi untuk Unit Pengolahan Minyak Bumi Crude Distilling Unit.

Baca Lainnya :

    Kilang PPSDM Migas dibangun oleh De Dordtsche Petroleum Maatschappij pada zaman Belanda. Didirikan pada tahun 1889 dan merupakan kilang tertua ke-tiga di Indonesia, setelah kilang Pangkalan Berandan Sumatera yang dibangun De Koninklijke pada tahun 1891 dan kilang Wonokromo, Surabaya, yang juga dibangun oleh De Dordtsche Petroleum Maatschappij pada tahun 1889.

    Adrian Stoop merupakan pemilik perusahaan ini dengan melakukan usaha pencarian minyak di Indonesia salah satunya berada di Kabupaten Blora. Kilang Cepu sendiri di topang oleh enam lapangan minyak diantaranya Lapangan Kawengan, Nglobo, Ledok, Semanggi, Tapen dan Tambakrejo.

    Baca Lainnya :

      Setelah kemerdekaan, kilang Cepu berkali-kali berganti pengelola. Diantaranya Perusahaan Perminyakan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPTMGB), dilanjutkan Lembaga Minyak dan Gas (LEMIGAS), PPT Migas dan sekarang menjadi Kilang PPSDM Migas dibawah Kementerian ESDM.

      Sub Koordinator Sarana Prasarana Pengembangan SDM, Yoeswono, menjelaskan bahwa saat ini pengolahan minyak bumi pada unit kilang di PPSDM Migas hanya dilakukan sampai pada tahapan Proses Primer - Crude Distilling Unit (CDU). Sebab, unit proses yang tersedia pada kilang di PPSDM Migas hanya unit proses untuk pengolahan minyak pada tahapan CDU saja. Proses ini dilakukan pada unit distilasi atmosferik.

      “Unit distilasi atmosferik adalah suatu unit yang bertugas melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan pengolahan minyak mentah (crude oil) menjadi produk- produk minyak bumi. Berdasarkan trayek titik didihnya pada tekanan atmosferik,” jelas Yoeswono kepada suarabanyuurip.com.

      Menurut Yoeswono, sumber bahan baku-yakni campuran minyak mentah-berasal dari lapangan Kawengan dan Ledok yang diambil dari sumur milik PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.

      “Produk yang dihasilkan kilang PPSDM Migas adalah Solvent dengan brand Pertasol (CA, CB dan CC), Bahan Bakar Solar dan Long Residu. Untuk Produk Solar didistribusikan ke Terminal BBM Cepu (Semarang Group) melalui jalur pipa, sedangkan Pertasol dan Residu didistribusikan melalui truk – truk tangki,” bebernya.

      Bahan baku crude oil yang diolah sebanyak 1.800 bbl/day (avg). Diolah di Kilang PPSDM Migas menghasilkan Solvent dengan brand Pertasol CA sebesar 183 bbl/day, Pertasol CB sebesar 115 bbl/day, Pertasol CC sebesar 26 bbl/day; Bahan Bakar Solar sebanyak 954 bbl/day; serta Long Residue 402 bbl/day.

      Meskipun terhitung kilang tertua di Indonesia, Kilang PPSDM Migas sampai saat ini tetap memberikan sumbangsih yang besar untuk pengembangan SDM sektor minyak dan gas. Sebab, sebagai tempat pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang sesuai SKKNI mulai dari Operasi Crude Distilling Unit, Teknisi Operasi Vacuum Distilling Unit, Blending, Loading Master, Inspektur Tangki Timbun, Petugas Pengambil Contoh, Boiler, Inspektur Pipa Penyalur, Petugas Pengukur Isi Tangki dan Sistem Manajemen Lingkungan.(ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more