Mengantarkan Anak Menuju Gerbang Masa Depan

Senin, 16 Juli 2018, Dibaca : 961 x Editor : samian


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Siswa baru di semua tingkatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2018/2019, Senin (16/7/2018). Mereka diantarakan orang tuanya dan bersama-sama mengikuti upacara bendara. 

Di SMP Negeri 1 Purwosari, Kecamatan Purwosari, misalnya. Upacara penyambutan siswa baru yang berlangsung di halaman sekolah setempat tersebut dipimpin Camat Purwosari, Bayudono Margajelita, Kepala Desa Pojok, kepala sekolah dan para guru.

Baca Lainnya :

    "Rasanya senang sekali bisa mengantarkan anak, dan ikut upacara bersama," kata Jumiati, warga Desa Pelem, Kecamatan Purwosari.

    Jumiati mengantarkan anaknya yang sekarang ini masuk kelas VII SMP Negeri 1 Purwosari. Baginya, bisa mendampingi anaknya pertama kali masuk sekolah ini seperti mengantarkannya meraih masa depan. 

    Baca Lainnya :

      "Saya percaya sekolah ini akan mendidik dan memberi bekal masa depan yang terbaik," ucapnya bersemangat.
      Jumlah siswa baru di SMPN 1 sebanyak  288. Mereka terbagi dalam 9 rombongan belajar (rombel), yang setiap rombelnya sebanyak 32 siswa.

      Ratusan siswa baru sekitar wilayah Lapangan Minyak Banyuurip Blok Cepu, dan Lapangan Unitisasi Lapangan Gas Jambaran - Tiung Biru (J-TB) ini akan mengikuti MPLS hingga Rabu (18/7/2018). Selama tiga hari para siswa akan mengikuti beberapa materi yang mendidik yang dapat membentuk karakter.

      Diantaranya game (permainan) untuk mengenal teman, tata krama, bersih lingkungan, menyanyikan lagu perjuangan, dan lain-lainnya yang mendidik. 

      Kepala SMP Negeri 1 Purwosari, Djoko Sutrisno menyampaikan selamat datang kepada peserta didik baru.

      "Terimakasih kepada wali murid yang sudah memberikan amanah mendidik putra putrinya untuk sekolah di sini," ujarnya.

      Dalam kesempatan itu, Camat Purwosari Bayudono Margajelita menyampaikan sambutan resmi Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro, Suprianto mengajak kepada semua orang tua, dan semua pihak untuk mensupport agar semangat belajar para siswa terjaga selama proses belajar berlangsung mulai saat ini sampai nanti dan seterusnya. 

      "Ciptakan suasana dan kondisi yang nyaman, humanis dan kondusif sebagai modal mereka untuk mengeksplorasi serta mengembangkan seluruh  potensi dirinya secara optimal," pesannya.

      Anak-anak sebagai aset bangsa harus dibekali dengan sejumlah kompetensi yang dibarengi dengan penanaman karakter dan budi pekerti yang luhur serta kemampuan literasi dalam menjalani proses pembelajaran dan pada akhirnya tumbuh perilaku baru sebagai hasil belajar, sehingga menjadi warga negara yang toleran, humanis dan produktif.

      Bayudono menjelaskan, sebagai negara yang tumbuh dari budaya adiluhung, Indonesia memiliki filosofi sosial, kultural dan psikologis yang berakar kuat dari budaya belajar yang sangat luhur.  Ki Hajar Dewantara  telah menanamkan proses pembelajaran yang berkarakter dengan Olah Hati (Etika), Olah Raga (Kinestetika), Olah Pikir (Literasi), dan Olah Karsa (Estetika).  

      Diharapkan dengan karakter yang tertanam baik tersebut bisa mengantarkan anak-anak kita memperoleh kompetensi  untuk melakukan komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis dalam menghadapi sejumlah tantangan hidup yang sedang dan akan dihadapi pada masa yang akan datang. 

      "Oleh karena itu, sebagai bagian dari Tri Pusat Pendidikan yaitu Orangtua, Sekolah dan Masyarakat, marilah kita bergandengan tangan untuk memberikan yang tebaik buat anak-anak kita," pungkasnya. 

      Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Bojonegoro, Puji Widodo mengatakan, telah menginstruksikan kepada semua sekolah di wilayahnya untuk menyambut para peserta didik baru dengan didampingi para orang tua. 

      "Kita juga sudah meminta kepada semua sekolah untuk mengisi MPLS ini dengan kegiatan yang mendidik," ucapnya dikonfirmasi terpisah. 

      Diharapkan dengan mengantarkan putra putrinya para orang tua bisa mengetahui kondisi lingkungan sekolah dan lebih mendekatkan hubungan antara warga sekolah, orang tua dan masyarakat sekitar. 

      Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro, mengingatkan kepada semua sekolah tingkat SMA agar tidak melakukan kekerasan dan perploncoan kepada peserta didik baru pada MPLS ini. 

      "Jika ditemukan praktik seperti itu kita tidak segan memberikan sanksi," tegasnya. (suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more