Menggunakan Arang, Mustamir Tekun Menggambar Para Kyai Besar

Jum'at, 11 September 2020, Dibaca : 303 x Editor : nugroho

joko kuncoro
Mustamir menunjukkan salah satu karya lukisan Kyai menggunakan arang.


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Menggambar menggunakan arang mulai dipikirkan Mustamir saat ingin menggambar, namun minim alat. Waktu itu ia lulus dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlahiyah Al Ghozaliyah, Kabupaten Tuban,  Jawa Timur, dan bingung hendak bekerja apa. Ia kemudian mengasah keterampilannya menggambar dengan peralatan seadanya.

Lelaki asal Desa Tulung Agung, Kecamatan Malo, Bojonegoro ini kemudian belajar otodidak dengan melihat tutorial menggambar lewat media sosial. Akhirnya, ia tertarik untuk mencoba.

Baca Lainnya :

    "Saya mulai menggambar sketsa terbilang otodidak. Awalnya, ketika mengamati cara orang menggambar saja. Kemudian saya berpikir, kenapa saya tidak mencobanya,’’ katanya, Kamis (10/9/2020) kemarin.

    Tamir sapaan akrabnya, pada awal menggambar  tak memiliki peralatan. Seperti pensil, kuas, dan kertas sangat terbatas. Namun, dalam keadaan seperti itu dia tak kehabisan akal. Ia lantas berpikir menggunakan arang untuk menggambar. Hasilnya juga tak mengecewakan dan cukup bagus. Karena, tingkat kemiripan pada gambar sangat terlihat nyata.

    Baca Lainnya :

      Pertama kali ia menggambar tokoh ulama besar, seperti ulama KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH. Maimun Zubair, dan KH. Abdullah Maksum Jauhari, rerata menggunakan arang dari bekas bakaran kayu bambu.

      “Nah, kebetulan ada berminat untuk membeli karya saya,” ujarnya.

      Mustamirin menggunakan media arang untuk menggambar selama sebulan. Setelah itu, ketika gambar sketsanya laku dan banyak peminat. Kemudian, ia baru membeli peralatan menggambar.  Sampai sekarang, hasil karyanya sekitar 300 lebih.

      ‘’Saya tidak pernah promosi, hanya sebatas mengunggah saja. Namun, terkadang teman saya yang mempromosikan,’’ ungkapnya. (jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more