Menjawab Tantangan Kesehatan Masyarakat

Program Pengembangan Masyarakat (PPM) EMCL

Rabu, 04 Agustus 2021, Dibaca : 578 x Editor : nugroho


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Pagi itu sekitar sepuluh orang duduk tertib sesuai protokol kesehatan di sisi samping Gedung Puskesmas Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tak lama, seorang petugas kesehatan menghampiri. Seolah tidak ingin membuang waktu pengunjung yang menunggu giiran untuk diperiksa, ia membawa buku besar bergambar makanan. Ia pun sigap menyampaikan penyuluhan tentang diabetes.

Menurut Kepala Puskesmas Gayam, dokter Machmoed, penyuluhan atau promosi kesehatan merupakan salah satu program pokok Puskesmas Gayam sebagai puskesmas induk tingkat madya.

Baca Lainnya :

    “Terdapat lima program pokok yang kami jalankan, yaitu: promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu dan anak, penyakit menular dan gizi,” jelas dokter Machmoed. 

    Selain itu, ia menambahkan, masih ada program lain seperti; kesehatan jiwa, remaja, haji, lansia. Termasuk yang terbaru, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). 

    Baca Lainnya :

      Status Puskemas Kecamatan Gayam sebagai puskesmas induk diperoleh sejak 2013, seiring dengan dibentuknya Gayam sebagai kecamatan baru. Sayangnya, fasilitas pelayanan kesehatan masih sangat terbatas. Puskesmas Gayam juga masih menempati bangunan puskesmas pembantu (pustu) di atas tanah kas desa. 

      “Kami harus cermat menyiasati penggunaan ruangan, dengan memberi jadwal agar dapat mengakomodasi kebutuhan layanan kesehatan. Tidak jarang, ruang kantor pun bisa menjadi ruang pemeriksaan,” kenang dokter Machmoed. 

      Harapan untuk dapat melayani lebih banyak anggota masyarakat dengan fasillitas yang lebih memadai pun terwujud. Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menyetujui untuk membangun puskesmas induk di tanah milik pemerintah kabupaten. Dengan dukungan penuh dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas, pembangunan gedung puskesmas baru dimulai pada 2016 dan dapat sepenuhnya dioperasikan pada 2018. 

      Perubahan besar terjadi dengan adanya bangunan baru ini. Puskesmas Gayam lebih leluasa melayani kebutuhan masyarakat. Tidak hanya pemeriksaan kesehatan namun juga rawat inap dan persalinan. Puskesmas ini juga memiliki jaringan untuk perluasan layanan, yaitu; 1 pustu, 5 pondok kesehatan desa dan 5 poliklinik desa. 

      Selain dukungan infrastruktur kesehatan, program kesehatan EMCL disusun agar selaras dengan Puskesmas Gayam dalam melaksanakan program pokok layanan kesehatan. Misalnya, program “Jamban Sehat” yang menjadikan Gayam sebagai kecamatan pertama di Kabupaten Bojonegoro yang berstatus bebas dari perilaku buang air besar sembarangan. Ada pula program “Aku Sehat” yang membantu promosi kesehatan hingga tingkat dusun. 

      “Ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung pemerintah meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” ujar Ichwan Arifin, External Affairs Manager EMCL.

      Saat ini, di tengah pandemi, Puskesmas Gayam menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19 di masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Gayam. Beberapa penyesuaian dilakukan, misalnya, ruang rawat inap diubah menjadi ruang isolasi dengan dua tempat tidur. Pengurangan jumlah kunjungan pasien, penggantian posyandu di puskemas menjadi layanan kunjungan ke rumah, hingga pemindahan ruang tunggu ke area luar sehingga sirkulasi udara lebih optimal. Hal ini sejalan dengan pengaturan jarak. Layanan vaksinasi pun disediakan.   

      “Tantangan tidak pernah berhenti, kami bertekad untuk selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkas dokter Machmoed.(suko) 



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more