Minimalisir Sebaran Corona, Polres Bojonegoro Hidupkan Kembali 45 KTS

Rabu, 13 Januari 2021, Dibaca : 240 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Sebanyak 45 program Kampung Tangguh Semeru (KTS) dihidupkan kembali oleh Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, untuk menangani penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

KTS rencana diperbanyak terutama di kecamatan-kecamatan yang masuk zona merah. Hal ini dilakukan karena Covid-19 kembali merebak atau meningkat di Kabupaten Bojonegoro. Untuk sementara ini data orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 atau tersuspect sebanyak 313 orang.

Baca Lainnya :

    Kapolres Bojonegoro, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) EG Pandia, mengungkapkan, bahwa Polres Bojonegoro menghidupkan kembali KTS yang selama ini sudah ada sebanyak 45 KTS di 28 kecamatan.

    "Apabila di salah satu kecamatan mengalami peningkatan orang yang tersuspect atau terkonfirmasi positif Covid-19 maka di kecamatan tersebut diperbanyak KTS untuk meminimalisir penyebaran Covid-19," ungkap EG Pandia.

    Baca Lainnya :

      Menurut Kapolres, penerapan protokol kesehatan (Prokes) dilakukan secara ketat di KTS. Diantaranya semua orang keluar masuk desa harus mengenakan masker. Selain itu juga harus dicek suhu tubuhnya serta mencuci tangan dengan sabun di tempat yang sudah disediakan. KTS yang ada di desa merupakan garda terdepan dalam rangka penanggulangan krisis kesehatan yang disebabkan oleh corona virus disease 2019 (Covid-19).

      “Saat ini Polres Bojonegoro sudah memiliki 45 KTS, kita hidupkan kembali. Apabila di salah satu kecamatan mengalami peningkatan angka terkonfirmasi positif maka perlu diperbanyak KTS di kecamatan tersebut dan perlu perketatan prokesnya,” ucap AKBP Eva Guna Pandia, kepada SuaraBanyuurip.com di Mapolres Bojonegoro, Rabu(13/1/2021).

      AKBP Pandia juga meminta kepada tiga pilar yang ada di desa dan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dilakukan secara ketat di Kampung Tangguh Semeru. Diantaranya 4 M, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Menjauhi kerumunan. Selain itu, memberikan papan informasi atau imbauan terkait korban Covid-19 lebih banyak dipasang di tempat-tempat strategis.

      "Tujuannya agar masyarakat lebih waspada dan tidak menganggap remeh penyebaran Covid-19," tandasnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more