Minta Rumusan Masalah Sumur Tua Ditindaklanjuti

Sabtu, 07 Maret 2015, Dibaca : 806 x Editor : nugroho

ririn wedia
RUSAK LINGKUNGAN : Salah satu dampak penambangan sumur minyak tua di wilayah Wonocolo.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta agar rumusan dan penyelesaian masalah sumur tua segera ditindaklanjuti. Hal itu untuk menghindari gejolak sosial masyarakat seperti demonstrasi.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Prianto, meminta kepada semua pihak untuk tidak menutup mata atas persoalaan yang terjadi di sumur tua. Meskipun koperasi unit desa (KUD) yang mengelola sumur tua baik itu Usaha Jaya bersama (UJB), Sumber Pangan (SP) dan Karya Sejahtera (KS) legal, tapi masih bisa melakukan yang tidak benar.

"Kalau KUD masih diberi peluang di sana, ya tolong agar Pertamina EP dan SKK Migas tidak lepas tangan begitu saja," tegas Politisi Partai Demokrat ini saat rapat koordinasi dengan Pemkab, SKK Migas, Ditjen Migas, Pertamina EP di rumah dinas, Kamis (5/3/2015) lalu.

Dia menyampaikan, selama ini sebagian besar minyak mentah dari sumur tua tidak hanya diserahkan kepada Pertamina EP. Tapi ada juga yang dijual secara ilegal. Tidak hanya itu, kata Sukur, kegiatan di sumur tua juga telah mengakibatkan kerusakan lingkungan seperti pencemaran limbah, penebangan hutan dan sebagainya.

"Saya akan sangat prihatin jika lingkungan disana rusak parah tanpa ada perbaikan. Jadi harus diperhatikan," tandasnya.

Sukur berharap, kepada Pertamina EP maupun SKK migas supaya melakukan perbaikan pengawasan pengelolaan sumur tua. Karena, rapat koordinasi yang baru dilakukan kemarin dinilai terlambat. Sebab saat pelanggaran dan kerusakan lingkungan terjadi, baik Pertamina EP maupun SKK Migas terkesan menutup mata.

"Pokoknya jangan sampai merugikan pihak lain. Dan segera menindak lanjuti, kita buat rumusan bersama. kalau memang KUD diberi kesempatan kembali, silahkan kasih solusi bagaimana. Tapi tolong, jangan sampai kerusakan terjadi, baik infrastruktur, alam, dan sebagainya," tukasnya.

Sementara itu, dari pantauan di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, kerusakan lingkungan terjadi di seluruh wilayah hutan. Di antaranya aliran limbah minyak mentah mencemari sungai Kaligaling , material dari blow out melebihi ambang batas yang ditentukan, kandungan lemak dan minyak yang tinggi di permukaan tanah, banyak tanaman yang mati dan tidak bisa tumbuh lagi.(rien)


Show more