Mobil Proyek TBR-C Banyak Berpelat Luar Bojonegoro

Senin, 21 Mei 2012, Dibaca : 4581 x Editor : nugroho

sam
Langgar Perda Konten Lokal : Mobil operasional kontraktor di proyek migas TBR-C banyak berpelat luar Bojonegoro.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro- Penerapan Peraturan Daerah (Perda) No.23/2011 tentang Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dalam Kegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi serta Pengolahan Migas yang diterbitkan Pemkab Bojonegoro belum maksimal. Bukan hanya di proyek Blok Cepu, regulasi yang biasa disebut Perda Konten Lokal itu masih juga dikesampingkan Pertamina EP, pengelola Lapangan Migas Tiung Biru (TBR), Blok Gundih.

Baca Lainnya :

    Buktinya, salah satu badan usaha milik negara (BUMN) itu masih banyak menggunakan kendaraan operasional yang berpelat luar Bojonegoro. Khususnya mobil operasional Pertamina Drilling Servis Indonesia (PDSI) yang kantor pusatnya di Cirebon dan mobil PT. Bangkit Bama Bumi Sentosa (BBS), Operator TBR yang berkantor pusat di Surabaya, Jatim.

    Padahal, sesuai amanat Perda Konten, semua mobil operasional kendaraan migas harus berpelat S Bojonegoro dan didaftarkan ke Samsat, jika sudah beroperasi lebih dari enam bulan.

    Baca Lainnya :

      Yudhi Madjid, Eksternal Relation PT. BBS, ketika dikonfirmasi www.suarabanyuurip.com melalui pesan pendeknya mengakui, jika mobil operasional perusahaan TBR-C yang digunakan sekarang ini masih berpelat luar Bojonegoro. Seperti mobil operasional PDSI yang dipakai berpelat E dan mobil PT. BBS berpelat L.

      “Proyek di TBR-C ini waktunya pendek, Mas. Yakni kurang lebih 6 bulan. Jadi, kami harapkan Pemkab Bojonegoro bisa memakluminya,” kata Yudhi Madjid, Senin (21/5).

      Menanggapi hal itu, Iskandar, salah satu Tim Kandungan Lokal bentukan Pemkab Bojonegoro ketika ditemui saat melakukan sidak dilokasi TBR-C belum lama ini menegaskan, akan segera melakukan croschek  ke lokasi proyek TBR- C lagi untuk mengetahui kebenarannya.

      “Jika nanti ditemukan kendaraan yang masih berpelat luar Bojonegoro akan kita tindak tegas. Karena perusahaan sudah tidak melnggar Perda dan Perbup Konten Lokal,” janji Iskandar yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Dinaskertransos) Bojonegoro ini.       


Show more