SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Konsorsium PT Rekayasa Industri-Japan Gas Coporation Indonesia-Japan Gas Coporation (RJJ) akan mulai melakukan mobilisasi peralatan pemrosesan gas Jambaran-Ting Biru (JTB), H2S Absorber, pada awal Oktober 2019 mendatang.
“Perkiraan antara tanggal 7-Oktober,” ujar Site Manager RJJ, Zainal Arifin saat rapat koordinasi subkontraktor lokal proyek GPF dengan sejumlah media di Kantor Representativ PT Rekind Jalan Raya Bojonegoro – Cepu KM 19, Perempatan Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Jumat (23/8/2019) kemarin.
Ada empat H2S Absorber yang akan diangkut melalui jalur darat dari Maspion Jetty Gresik menuju lokasi fasilitas pengolahan gas JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Jawa Timur.Â
Mobilisasi H2S Absorber akan dilakukan setiap malam hari antara pukul 21.00 Wib – 04.00 Wib. Dengan kecepatan 5 kilo meter/jam.Â
“Kalau siang mobilisasi akan berhenti agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” ucap Zainal, sapaan akrabnya.
Mobilisasi H2S Absorber nantinya tidak melewati jalan poros utama kecamatan (PUK) Kalitidu – Gayam, maupun jalan layang (fly over) Banyu Urip. Melaikan melalui ROW Acces-di sebelah timur fly over- hingga lokasi JTB.Â
Saat ini ROW Accses sedang dikerjakan. Panjangnya mencapai 11 kilo meter dengan lebar 13 meter. Mulai gas processing facility (GPF) di Desa Bandungrejo, hingga stasiun pengukur gas (metering) di Desa Sudu, Kecamatan Gayam.
“September kita targetkan selesai, sehingga Oktober sudah bisa dilewati,” pungkas Zainal.(suko)