Mobilisasi Selexol Section 1 Gas JTB Tak Terapkan Rekayasa Lalin

Jum'at, 24 Januari 2020, Dibaca : 334 x Editor : nugroho

ririn wedia
KAWAL : Petugas kepolisian tidak merapkan rekayasa lalin dalam pengawalan alat pemrosesan Gas JTB, Selexsol Section 1.


SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, tidak menerapkan rekayasa lalu lintas (Lalin) dalam pengawalan mobilisasi peralatan pemrosesan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB), beruapa Selexol Section 1.  

Selexsol Section 1 memiliki berat 91 ton (bukan Absorber seberat 106 ton seperti diberitakan sebelumnya). Dengan panjang 34 meter dan berdiameter 4 meter. 

Baca Lainnya :

    "Tidak  ada rekayasa lalu lintas dalam transportasi Selexol Section kali ini," tegas Kabag Ops Polres Bojonegoro, Kompol Teguh, Jumat (24/1/2020).

    Menurutnya, perjalanan Selexol Sections 1 berjalan normal, karena transportasi dilakukan pada malam hari. Pengguna jalan bergantian memanfaatkan jalan raya.  

    Baca Lainnya :

      "Semua kendaraan tertib dan lewatnya gantian," imbuhnya. 

      Selexsol Section 1 sekarang ini berada di rest area Jembatan Timbang, Kecamatan Baurno. Dijadawalkan akan melanjutkan perjalanan melintas kota Bojonegoro menuju rest area rumah makan Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, pukul 21:45 malam ini. 

      Seluruh jajaran Polsek di masing-masing wilayah bersiap melaksanakan pengamanan jalur yang dilewati kendaraan raksasa ini.  Pengawalan, dilakukan sepanjang Baureno sampai tempat tujuan. 

      "Jajaran Polres Bojonegoro terus mengawal kendaraan ini sampai tujuan," pungkasnya. 

      Site and Manager PT Rekind, Zaenal Arifin, menambahkan, Selexol Section 1 terparkir  di Jembatan Timbang Baureno, pada Jumat (24/1/2020), pukul 04.25 Wib, dan akan kembali berjalan menuju lokasi proyek gas JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, pukul 21:45 malam ini. 

      "Kita lanjutkan perjalanan nanti menunggu petunjuk," pungkasnya. 

      Ada enam peralatan pemrosesan gas JTB berukuran raksasa yang dimobilisasi. Tiga diantaranya telah masuk lokasi proyek. Yakni Absorbeber Section 2 dan 3 pada 7 Desember 2019, dan Selecsol Section 2 pada 10 Januari 2020. 

      Absorber Section 2 memiliki berat 98 ton dengan panjang 15 meter, dan berdiameter 4 meter, dan Absorber Section 3 seberat 103 ton, panjang 16 meter, dan berdiameter 4 meter. Sedengakan Selexsol Section 2 seberat 57 ton, panjang 33 meter dan berdiameter 3 meter.

      Setelah Selexsol Section 1 yang sedang dilakukan mobilisasi, masih ada dua lagi alat pemrosesan gas JTB. Yakni absorber section 1 yang memiliki berat 106 ton dengan panjang 15 meter dan berdiameter 4 meter, dan Absorber Section 4 seberat 100 ton, panjang 17 meter dan berdiameter 4 meter. (rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more