Mpok Damira Kelola Pupuk Kompos dari Sampah Organik, Kini Bantu Ekonomi Warga

Selasa, 02 Maret 2021, Dibaca : 426 x Editor : nugroho


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pengolahan pupuk organik di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mampu mengangkat perekonomian masyarakat setempat. Pengelolaan pupuk organik yang dimulai pada 2020 lalu, kini mamou membantu pendapatan warga.

Pengolahan pupuk organik di Ngumpakdalem diinisiasi oleh kelompok Dalem Mandiri Sejahtera (Mpok Damira) yang difasilitasi oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Selain itu juga atas dukungan Pemerintah Desa (Pemdes) Ngumpakdalem dan didampingi oleh Yayasan IDFoS Indonesia. Tujuannya untuk membantu masyarakat Desa Ngumpakdalem untuk mudah mendapatkan pupuk kompos.

Baca Lainnya :

    Pendamping Mpok Damira, M Miftachul Ridwan menjelaskan, sebenarnya Mpok Damira bukan hanya mengelola bank sampah saja. Namun, juga mengelola sampah organik yang berupa daun-daunan. Pengolahan sampah organik, kata dia, mengunakan mesin pencacah yang setelah itu difermentasi.

    “Kemudian menghasilkan pupuk kompos. Kalau untuk fermentasinya menggunakan tetes tebu dan EM4," kata Ridwan.

    Baca Lainnya :

      Pengolahan sampah, sistem fermentasi dilakukan selama sebulan untuk menghasilkan pupuk kompos yang bagus. Juga, kata dia, selama proses fermantasi dilakukan penyiraman agar pupuk selalu lembab dan basah. Dalam sebulan pengolahan ini mampu menghasilkan pupuk organik hingga 250 kilogram (kg).

      "Kalau untuk harga untuk eceran Rp 7 ribu dan harga grosir Rp 6 ribu. Sedangkan, persatu bulan saat ini mengolah dari bahan169 kilogram 130 pec pupuk," ungkapnya.

      Dia mengatakan, sebenarnya Mpok Damira juga mengelola bank sampah. Namun, karena pandemi Covid-19 bank sampah harus berhenti dahulu. Sebab, harus menjaga protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.(jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more