Nama Bandara Ngloram Diusulkan Menjadi Bandara Abdurrahman Wahid

Senin, 21 Juni 2021, Dibaca : 1552 x Editor : nugroho


SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Blora – Bandar Udara (Bandara) Ngloram di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah diusulkan untuk diubah namanya menjadi Bandara Abdurrahman Wahid. Nama Presiden ke 4 Republik Indonesia (RI) itu dipilih Bupati Blora Arief Rohman. 

Ariyadi Widyawan, Kepala Bandara Dewadaru yang juga membawahi Bandara Ngloram, menyambut baik terkait usulan perubahan nama tersebut. Menurutnya, nama  Abdurrahman Wahid adalah sebuah kehormatan bagi Gus Dur sebagai Presiden ke 4 RI. 

Baca Lainnya :

    “Beliau adalah guru nasional kita,” ujar Minggu (20/6/2021) kemarin.

    Ariyadi mengungkapkan, usulan nama Bandara Abdurrahman itu disampaikan Bupati Blora Arief Rohman secara langsung dalam rapat beberapa waktu lalu. Pihaknya sepakat nama itu digunakan untuk Bandara Ngloram sebagai bentuk penghargaan. Selain itu bisa membuat rasa bangga bagi keluarga.

    Baca Lainnya :

      “Nama Gus Dur digunakan nama Bandara. Ini juga menjadi nilai tambah,” tegasnya.

      Meskipun Gus Dur berasal dari Jombang, Jawa Timur, lanjut Ariadi, tidak menutup kemungkinan usulan tersebut bisa disetujui. 

      “Contoh, nama Taufik Keimas.  Menjadi nama sebuah Bandara di Pelembang. Contoh lain, seperti Bandara Wirasaba sekarang bernama Bandara Jendral Sudirman,” ungkapnya. 

      Ariadi menjelaskan, untuk perubahan nama bandara sudah diatur dalam Peratuan Menteri Perhubungan Nomor 39 tahun 2019 Tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional. Syarat yang diperlukan dalam pengusulan perubahan nama adalah surat dukungan dari Gubernur, DPRD Provinsi, Bupati, DPRD Kabupaten dan tokoh masyarakat sekitar bandara. Termasuk persetujuan ahli waris dari Abdurrahman Wahid.   

      “Setelah itu diusulkan kepada pak Menteri, dan seharusnya itu bisa cepat,” kata dia. 

      Sementara itu, Bupati Arief Rohman belum banyak komentar dikonfirmasi terkait usulan perubahan nama Bandara Ngloram menjadi Bandara Abdurrahman Wahid.

      “Ya Mas,” ujar Arief Rahman singkat membalas konfirmasi tanpa menjelaskan alasan perubahan nama Bandara Ngloram.

      SuaraBanyuurip.com kemudian berupaya meminta penjelasan kepada Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati. Namun saat dikonfirmasi melalui telephone genggamnya, ia mengaku belum mengetahui usulan perubahan nama Bandara Ngloram. 

      “Saya belum update. Saat itu saya tidak mengikuti rapat,” kata dia.

      Sebelumnya mantan Bupati Blora Djoko Nugroho mengusulkan nama Bandara Ngloram diubah menjadi Bandara Arya Penangsang.(ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more