Nelayan Tuban Terima Paket Konversi BBM ke BBG dari Kementerian ESDM

Kamis, 22 Oktober 2020, Dibaca : 551 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
TINGKATKAN EKONOMI : Nelayan Tuban Terima Paket Konversi BBM ke BBG dari Kementerian ESDM.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Tuban - Kepala Pusat Pengembagan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas), Wakhid Hasyim, menyerahkan paket konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada nelayan Tuban, Jawa Timur. Serah terima bantuan dilaksanakan di kawasan Mangrove Center Tuban, Rabu (21/10/2020) kemarin.

Program korversi BBM ke BBG ini merupakan program kemitraan antara Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI. Semula, anggaran kegiatan ini dialihkan untuk penanganan covid19.  Namun oleh Komisi VII DPR RI dimunculkan kembali. Sehingga dilakukan refocussing anggaran pada Kementerian ESDM, karena program tersebut menyentuh langsung kepada masyarakat nelayan.

Baca Lainnya :

    Untuk diketahui, pada tahun 2016-2019 Pemerintah telah mendistribusikan 60.859 unit paket konversi di 93 Kabupaten/Kota. Pada tahun 2020, akan dilaksanakan pembagian 25.000 unit paket konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran di 42 kabupaten/kota. Sedangkan tahun 2021, direncanakan akan dibagikan sebanyak 28.000 unit paket konversi di 20 Provinsi. 

    Kabupaten Tuban sendiri merupakan salah satu wilayah yang selalu mendapatkan Program Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran. Mulai tahun 2016 telah dibagikan sebanyak 330 unit, kemudian pada tahun 2017 sebanyak 566 unit, pada tahun 2018 sebanyak 200 unit, dan pada tahun 2019 sebanyak 227 unit. Jadi total di Kabupaten Tuban telah dibagikan sebanyak 1.323 unit Paket Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran.

    Baca Lainnya :

      Kemudian kegiatan di Kabupaten Tuban dilanjutkan pada tahun 2020 ini. Direncanakan 117 unit kembali dibagikan.

      Menurut Kepala PPSDM Migas, Wakhid Hasyim, program konversi untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan memiliki makna bagi kemudahan akses energi. Nelayan diberikan pilihan terhadap energi yang akan digunakan.  Namun ternyata kegiatan konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran ini berdampak pula pada perekonomian.

      "Program ini dapat mengurangi biaya melaut bagi nelayan sampai dengan Rp50.000 per hari," jelasnya.

      Sementara, pemberian paket dari pemerintah ini gratis untuk para nelayan. 

      "Kami harapkan nelayan memanfaatkan dan merawat dengan baik dan jangan diperjualbelikan karena ini merupakan bantuan pemerintah," pesan Wakhid.

      Senada disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita Sari. Ia berpesan agar alat tersebut dimanfaatkan dengan baik. 

      "Jangan ketika ada kendala langsung dijual saja. Jangan ya pak. Dirawat, kalau misalnya gak bisa, ditanyakan sehigga alat ini bisa beroperasi dengan baik dan tetap aman untuk bapak-bapak semua," pesannya.

      Komisi dewan yang membidangi masalah energi itu berharap sinergitas dengan Kementerian  ESDM senantiasa dapat  memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

      "Karena tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan ekonomi nelayan," tegasnya.

      Bupati Tuban, Fathul Huda menyampaikan terima kasih kepada Kementerian ESDM yang peduli kepada nelayan. Khususnya di Kabupaten Tuban, dari tahun ke tahun selalu memberikan sumbangan. 

      "Harapan kami untuk tahun depan jika program Konversi BBM ke BBG dari Kementerian ESDM untuk Kapal Penangkap Ikan bagi Nelayan telah tuntas, mohon dipikirkan juga kebutuhan nelayan yang lain yaitu cold storage,” harapnya. (Adv/ams)








      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more