Ngaku Bisa Gandakan Uang, Dua Warga Bojonegoro Ditangkap Polisi

Rabu, 07 April 2021, Dibaca : 782 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
DITANGKAP : Salah satu pelaku penipuan penggandaan uang menjalani pemeriksaan di Polsek Cepu.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Dua orang pria asal Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Mereka ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana penipuan dengan modus penggandaan uang.

Kedua pelaku berinisial MAT dan NI. Mereka ditangkap petugas gabungan Unit Reskrim Polsek Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dengan Tim Resmob Satreskrim Polres Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa, (6/4/2021) sekira pukul 06.00 wib, saat berada di rumahnya.

Baca Lainnya :

    Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama dikonfirmasi melalui Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana, mengungkapkan, kejadian penipuan dengan modus penggandaan uang ini berawal dari laporan korban bernama Ali Zaenal Abidin, warga Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin, (05/04/2021) sekira pukul 06.00 wib.

    Awal mula kejadian, Rabu, (31/03/2021) korban membuat postingan di akun facebooknya dengan kata-kata "mencari uang goib yang bisa bertemu langsung". 

    Baca Lainnya :

      "Selanjutnya korban mendapat inbok di pesan facebook-nya dari akun yang bernama NUR RAHMAT mengatakan ada temannya yang dapat mewujudkannya tanpa tumbal dan memberikan nomor WA," urai AKP Agus Budiana, Rabu, (7/4/2021).

      Mendapat inbox tersebut, lanjut kapolsek, korban percaya begitu saja. Hingga akhirnya terjalin komunikasi melalui WhatsApp (WA) dan korbanpun nekat pergi ke Cepu untuk bertemu dengan tersangka.

      "Karena korban tertarik selanjutnya melanjutkan percakapan melalui Whatsapp dan korban di suruh untuk datang di Cepu," jelasnya. 

      Selanjutnya, Senin, (05/04/2021) pukul 13.00 Wib, korban tiba di Cepu. Dijemput di terminal Cepu oleh salah seorang pelaku yang mengaku bernama Nur Rahmat dan diajak ketempat ritual di makam Kampung Nglebok, Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu.

      Pelaku kemudian menghubungi rekannya bernama OTE untuk menuju ke tempat ritual. Selanjutnya korban diajak di bawah pohon bambu dekat makam. Sedangkan Nur Rahmat menunggu di depan makam. Sementara OTE melakukan ritual bersama korban.

      Dalam ritual itu, korban memasukan uang dan handphone merk Iphone type 7+ warna rose gold ke dalam kantong kain warna hitam, dan  dijanjikan uang yang disimpan dikantong tersebut akan berlipat menjadi Rp15 Miliar. 

      "Karena korban merasa yakin dan percaya akhirnya korban menuruti kemauan pelaku dan disuruh memegang kantong kain warna hitam dengan  menutup mata selama tiga menit," terang kapolsek.

      Setelah korban membuka mata, kedua pelaku tidak ada ditempat. Karena curiga selanjutnya korban membuka kantong kain warna hitam, dan mendapati beberapa daun dan kulit bambu didalamnya. Sedangkan uang dan Handphone merk Iphone type 7+ warna rose gold yang awalnya di masukan ke dalam kantong kain warna hitam tidak ada.

      "Jadi Nur Rahmat Dan OTE ini hanyalah nama samaran untuk mengelabui korban," tegas kapolsek.

      Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar sebesar Rp.10.000.000, selanjutnya pelapor melaporkan hal tersebut ke Polsek Cepu.

      Menindaklanjuti laporan tersebut Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana, langsung memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Imam Kurniawan, beserta anggotanya untuk melakukan penyelidikan.

      Hingga akhirnya Selasa, (6/4/2021) sekira pukul 06.00 wib, dengan bantuan dari Tim Buser Satreskrim Polres Bojonegoro Polda Jatim, Unit Reskrim Polsek Cepu Polres Blora Polda Jateng berhasil menangkap kedua pelaku saat berada di rumahnya diwilayah Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. 

      Petugas gabungan juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 Buah HP (Iphone type 7+ warna rose gold, SAMSUNG M 20 warna biru, OPPO warna hitam), 1 (satu) Unit Sepeda motor honda Vario Nopol B-6549-WDG dan Nopol yang terpasang S-3219-CL berikut STNKnya.

      Barang bukti lain, uang tunai sebesar Rp.  2.850.000, Baju Koko warna hitam, Sebuah Peci warna hijau, Sebuah sarung kotak-kotak warana biru dongker, 2 Buah sisa dupa yang digunakan dalam ritual, 2 buah Peniti,  Selembar kain warna hitam dan Kantong kain warna hitam yang berisi daun dan kulit bambu.

      "Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 4 Tahun Penjara," pungkasnya.(ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more