Nikah Muda Bisa Berdampak pada Kasus Kekerasan terhadap Perempuan

Minggu, 10 Januari 2021, Dibaca : 298 x Editor : nugroho

ilustrasi/mediaindonesia.com
Kekerasan teehadap perempuan salah satunya dikarenakan pernikahan di usia muda.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pengajuan dispensasi pernikahan (diska) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus meningkat. Padahal, nikah muda menjadi faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus penyumbang kematian ibu saat melahirkan.

Panitera Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, pengajuan diska mengalami peningkatan. Dan banyak faktor yang menjadi pengaruh meningkatnya diska, salah satunya tingkat pendidikan yang rendah.

Baca Lainnya :

    "Pada 2019 lalu, hanya ada 199 pengajuan diska. Ada tiga faktor yang mempengaruhi meningkatnya pengajuan diska. Yakni pendidikan rendah, ekonomi, dan sumber daya manusia," katanya, Sabtu (9/1/2021).

    Dia mengatakan, pada 2020 tercatat ada 617 pengajuan diska di PA Bojonegoro. Rata-rata di bawah umur 19 tahun, namun tetap yang mengajukan diska para orang tua.

    Baca Lainnya :

      Ketua Kopri PC PMII Bojonegoro Lilis Aprilliati mengatakan, cukup prihatin dengan angka pernikahan dini pada 2020 yang meningkat. Padahal, nikah muda berpotensi adanya kekerasan terhadap perempuan.

      "Secara mental perempuan di bawah umur belum siap. Dan sangat berpotensi kekerasan dan terjadinya perceraian," kata Lilis.

      Lilis menuturkan, nikah muda juga berpengaruh terhadap angka kematian ibu (AKI) karena reproduksi anak belum matang berbeda dengan orang dewasa. Tentu, lanjut dia, saat mengandung dan melahirkan akan ada risiko tinggi. Sehingga, perlu melakukan sosialisasi secara gencar tentang bahayanya pernikahan dini.

      "Terutama pada orang tua dan juga pada remaja. Juga akan sangat bagus jika mengaktifkan peran bina kelurga remaja (BKR) yang ada di desa," ungkapnya.

      Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Perempuan dan Anak Bojonegoro (P2AB) Ari Agus Afandi menambahkan, peningkatan pengajuan diska juga berpengaruh terhadap angka kematian anak (AKA) dan angka kematian ibu (AKI). Karena, secara gizi anak di bawah umur belum mampu. Akibatnya, akan terjadinya perebutan gizi antara ibu dan anak.

      "Itu risiko yang akan terjadi akibat nikah muda. Baik secara psikologis, ekonomi maupun dampak yang akan diterima perempuan," kata Ari.(jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more