Nurul Kholifah, Sukses Kembangkan Motif Kain dengan Sistem Ecoprint

Kamis, 29 April 2021, Dibaca : 190 x Editor : nugroho

Joko kuncoro
KREATIF : Nurul Kholifah menunjukan motif kain dengan sistem ecoprint yang sudah ditekuninya sejak lima tahun lalu.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Semenjak lima tahun lalu, Nurul Kholifah sudah bergelut dengan usaha membuat motif kain sistem ecoprint. Meski sistem ecoprint kebanyakan disamakan dengan batik. Namun, membuat motif kain dengan daun ini berbeda dengan batik.

Sebab, motif kain sistem ecoprint ini menggunakan dedaunan sekitar rumah dan tidak bisa disamai motifnya. Nurul menjelaskan, motif kain sistem ecoprint semua berbahan dasar alam. Mulai dari bahan motif seperti daun, pewarnaan hingga mengeringkan pun harus menggunakan alam.

Baca Lainnya :

    "Ya, dari mewarnai pun harus dengan alam juga dengan teknik tempel," ungkapnya, sebagaimana dikutip dari Channel YouTube dariNOL Kamis (29/4/2021).

    Dia menjelaskan, banyak jenis daun yang bisa digunakan untuk pewarnaan pada kain di antaranya daun jati, cemara, mahuni, hingga kelengkeng. Sebab daun-daun tersebut mempunyai kandungan warna yang tinggi. Misalnya daun jati, menghasilkan warna merah dan ungu juga bisa dibuat warna dasarnya.

    Baca Lainnya :

      Daun untuk bahan pembuatan motif kain ini pun cukup mudah didapatkan. Nurul menjelaskan, bahan yang ia peroleh dari daun-daun di sekitar rumah jadi tidak perlu membeli. Karena cukup memanfaatkan daun-daun di sekitar rumah.

      Ecoprint ini pembuatannya membutuhkan waktu cukup lama dibandingkan batik. Yakni proses membuat satu kain ecoprint membutuhkan waktu hingga tujuh hari. Mulai dari perebusan kain dengan tawas, kain didiamkan selama semalam, dicuci dan dikeringkan. Lalu baru bisa dimotif bunga atau kulit kayu.

      "Terakhir dikukus selama 2 jam kemudian dikeringkan dan digulung," kata perempuan asal Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu.

      Nurul menjelaskan, untuk satu potong motif kain ecoprint harganya masih terbilang standar yakni mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 900 ribu tergantung motif lainnya. Sebab, satu motif kain dari ecoprint ini tidak ada yang sama karena pembuatannya menggunakan dedaunan.

      Kini setelah motif ecoprint Nurul mulai dikenal luas. Ia mulai memberdayakan ibu rumah tangga sekitar. Hal itu dilakukan untuk membantu perekonomian keluarga di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

      "Ada sekitar 20 IRT yang  bergelut di bidang ecoprint ini," ungkapnya.(jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more