Oktober, Blok Gundih Ditarget Produksi

Rabu, 11 September 2013, Dibaca : 2854 x Editor : nugroho

ali musthofa
HAMPIR RAMPUNG : CPP Gas Gundih di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan -Blora segera beroperasi.


SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora - Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ditargetkan mulai berproduksi pada Oktober 2013 mendatang. Saat ini pembangunan Central Processing Plant (CPP)  Gas PPGJ hampir selesai.

Baca Lainnya :

    "Konstruksi sudah dibangun lebih dari 80 persen. Jadi sekitar Oktober nanti diharapkan bisa berproduksi," kata Legal and Relation Asset 4 PT.Pertamina EP, Arya Dwi Paramita kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (11/9/2013).

    Arya menerangkan, pengerjaan konstruksi CCP untuk produksi gas Sumur Sumber, Blok Gundih itu dilaksanakan oleh konsorsium IKPT-Adhi Karya. CPP di Blok Gundih itu merupakan fasilitas pengolahan gas terlengkap di  di Indonesia, bahkan Asia. Sebab CPP area Gundih di Desa Sumber memiliki kapasitas pengolahan gas alam sebesar 50 juta standar kaki kubik per hari

    Baca Lainnya :

      "Sebagian besar  konstruksinya dah selesai, tinggal pengerjaan yang kecil-kecil saja," tegas Arya kembali

      Setelah produksi, menurut Arya, selanjutnya gas tersebut dialirkan ke Tambaklorok, Semarang, "Gas akan dimanfaatkan PLN untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Tambaklorok, Semarang dengan masa kontrak 12 tahun untuk pembakit  listrik Jawa-Bali," ujarnya.

      Adapun aliran gas dari Sumber ini melalui jaringan pipa PT.Sumber Petrindo Perkasa (SPP) dengan  kontrak kerjasama jual beli gas (PJBG) Nomor 885/EP0000/2006-S0 tertanggal 21 Desember 2006.

      "Gas hasil dari produksi beberapa sumur di Blok  Gundih Sumber, Kradenan ini hanya untuk kebutuhan PLTG Tambaklorok, Semarang," ujar Arya.

      Sebagai penopang utama kebutuhan gas untuk operasional PLTG Tambaklorok, PLTG tersebut bisa menggantikan pemakaian BBM lebih dari 500 juta liter per tahun. Sehingga gas bisa menghemat keuangan negara hingga Rp 21 trilyun.(ali)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more