Pagebluk Corona Omset Penjualan Belimbing dan Jambu Kristal Turun 50%

Selasa, 21 April 2020, Dibaca : 1584 x Editor : nugroho

Is
PANEN : Omset penjualan pekebun Jambu Kristal di Desa Ringintunggal merosot tajam akibat pagebluk Corona.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Penutupan agrowisata di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akibat pandemi virus corona atau Covid-19 telah menyebabkan pendapatan pekebun merosot tajam.

Di Agrowisata Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, misalnya. Sejak penutupan objek wisata di pinggir Sungai Bengawan Solo itu omset penjualan pekebun dan pedagang berkurang hingga 50%.

Baca Lainnya :

    Sekarang ini hasil panenan petani terpaksa dijual ke tengkulak dengan harga di bawah biasanya. Setiap satu kilogram seharga Rp4.000 sampai Rp5.000. Sebelumnya bisa mencapai antara Rp8.000 sampai Rp10.000/Kg.

    "Setelah penutupan nggak ada pengunjung yang beli di kebun. Sekarang ini 90 % dijual ke tengkulak. 10% dijual keliling dan online," ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ngringinrejo, Priyo Sulistyo, Selasa (21/4/2020).   

    Baca Lainnya :

      Menurut dia, petani lebih memilih menjual ke tengkulak karena belimbing bisa langsung dibeli dan mendapatkan uang. Sementara jika melalui online menunggu pemesan dulu.

      "Kalau online kita kurang tahu jumlah penjualannya," ucapnya. 

      Diungkapkan, sebelum pandemi corona rata rata tiap bulan bisa menjual 7 sampai 12 ton. Namun setelah adanya pandemi, dan penutupan wisata, tidak ada lagi penjual di kebun. 

      Sesuai data yang dia miliki, luas kebun belimbing di Desa Ngringinrejo, mencapai 20,4 hektar (Ha), dengan jumlah 9.000 pohon.

      Kondisi serupa juga diakui Erik Gunawan, pemilik kebun jambu kristal dan merah Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam. Selama pagebluk corona tidak ada lagi pengunjung dari dalam dan luar daerah yang datan g ke kebun untuk memetik dan beli langsung. Dampaknya, pendapatan dari penjualan menurun drastis.

      Biasanya Erik menjual jambu kristal Rp15.000 kepada pengunjung. Namun sekarang ini ia hanya bisa menjual kepada tengkulak dengan harga Rp10.000 Kg.

      "Dari segi keuntungan otomatis turun. Biasanya bisa mendapat Rp40 juta, sekarang tinggal 25 juta," ujarnya dikonfrontir terpisah.

      Erik memiliki kebun jambu seluas 3.000 meter persegi dengan jumlah 200 an pohon. Setiap kali panen bisa menghasilkan 2-3 ton. Selain itu, ia juga memiliki kebun yang sama yang dikelola familinya. Luasnya satu hektar. Lokasinya tak jauh darikebun yang dikelolanya. Dengan jumlah 5.000 pohon jambu merah, dan 750 pohon jambu kristal. 

      "Setiap hari saya bisa menjual sampai 1 kwintal. Sistimnya saya kemasi 10 Kilograman," ucap pria yang mulai budidaya jambu 2009 silam itu.(suko)






      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more