Paguyuban Kades Gayam Tuntut PT RPE Libatkan Naker Lokal Ring 1 Blok Cepu

Rabu, 27 Januari 2021, Dibaca : 855 x Editor : samian

Samian Sasongko
Paguyuban Kades Kecamatan Gayam saat melakukan pertemuan dengan PT RPE terkait rekrutmen naker lokal ring 1 Blok Cepu.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Paguyuban Kepala Desa (Kades) Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar pertamuan dengan PT Raga Perkasa Ekaguna (RPE), subkontraktor (Subkon), ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) operator lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, bertempat di kediaman Kades Katur, Sukono, Selasa (26/01/2021).

Sebanyak 12 Kades tersebut menuntut PT RPE untuk keterlibatannya Pemerintah Desa (Pemdes) ring satu lapangan Migas Banyu Urip dalam rekrutmen tenaga kerja (Naker) lokal ring satu Blok Cepu.

Baca Lainnya :

    Ketua Paguyuban Kades Kecamatan Gayam, Sukono, membernarkan jika telah melakukan pertemuan dengan PT RPE terkait dengan keterlibatan pemdes dalam rekrutmen naker lokal ring 1 lapangan migas Banyu Urip, Blok Cepu.

    Keterlibatan pemdes dalam rekrutmen naker lokal ring 1 Blok Cepu, sudah menjadi komitmen bersama bila ada PT baru yang masuk di EMCL dalam hal rekrut tenaga kerja non skill berkoordinasi dan diakomodir oleh pihak pemdes masing-masing.

    Baca Lainnya :

      "Benar, kami telah melakukan pertemuan dengan PT RPE menuntut terkait rekrutmen naker lokal ring 1 Blok Cepu. Karena 51 orang naker yang direkrut sebagian besar berasal dari luar ring 1," kata Sukono, yang juga Kades Katur, kepada Suarabanyuurip.com.

      Segendang seirama diungkapkan Kades Mojodelik, Yuntik Rahayu. Dia menyampaikan, bahwa dalam perekrutan naker yang dibutuhkan tidak ada koordinasi dengan kades se Kecamatan Gayam. Bahkan dari total 50 orang naker yang sudah ada tersebut satupun tidak ada warga dari Mojodelik.

      "Ini bikin kita semua kesal. Jika seperti itu sosial ekonomi tanggung jawab EMCL ke masyarakat terdampak tidak terpenuhi. Jika tidak bisa berjalan sesuai aturan ya perlu dievaluasi atau dihentikan saja. Mudah-mudahan hal seperti ini tidak terulang lagi," tegas Kades perempuan pertama di Mojodelik ini.

      Terpisah Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan.

      Data yang dihimpun, dalam pertemuan tersebut diperoleh kesepakatan bersama bahwa terkait rekrutmen naker PT RPE nanti akan diinformasikan dan diakomodir oleh Paguyuban Kades se Kecamatan Gayam, khususnya untuk naker non skill.

      PT. RPE adalah pemenang tender di EMCL job maintenance sebagai pengganti job PT.Maindo sejak bulan November 2020 yang sudah oprasional.

      Hadir dalam pertemuan, 12 Kades se Kecamatan Gayam, PGA EMCL, Ali Mahmud dan Mahardika, PGA RPE, dan anggota Polsek Gayam.(sam)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more