Pasar Baru Tuban Kembali Terbakar

Rabu, 04 Maret 2020, Dibaca : 562 x Editor : teguh


SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

Tuban – Pasar Baru Tuban di Jalan Gajah Mada kembali terbakar, Selasa (3/3/2020) malam. Bencana amuk si jago merah ini merupakan kali kedua, setelah pada tahun 1999 silam terjadi peristiwa serupa. 

Penyebab kebakaran semalam, diduga akibat konsleting arus pendek aliran listrik. Hal itu mengakibatkan lebih dari 100 kios, dan los pedagang luluh lantak dilalap api.            

Baca Lainnya :

    Terkait pristiwa tersebut, Bupati Tuban H Fathul Huda meminta jajaran Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait bencana kebakaran segera bergerak cepat, agar kondisi pusat perdagangan itu kembali normal.

    “Saya minta OPD terkait segera melakukan kordinasi dengan pedagang, agar kondisi pasar segera pulih untuk berjualan,”  tegas Bupati Huda saat meninjau penanganan pasca terbakarnya pasar di lokasi bencana, Rabu (4/3/2020).

    Baca Lainnya :

      Dia tambahkan, langkah tercepat yang dilakukan berupa pembersihan dan pembuatan kios darurat. Di samping pendataan terkait kerugian, jumlah pedagang, dan kios yang rusak akibat kebakaran.

      Ada dugaan kebakaran pada kemarin malam pukul 21.30 itu, akibat konsleting arus pendek aliran listrik. Meski demikian saat ini pihak Polres Tuban tengah melakukan penyelidikan terkait bencana itu. 

      “Semua pihak terkait sudah melakukan pengecekan lapangan, penyelidikan akan terus dilakukan,” kata Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono kepada wartawan di lokasi bencana.  

      Pada kebakaran semalam, Bupati Tuban dua periode ini juga memantau langsung pemadaman di lokasi. Ada 11 mobil Pemadaman Kebakaran (Damkar), dan 15 truk tangki air terlibat dalam pemadaman. Kendaraan tersebut dari BPBD Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Blora, PT Semen Indonesia,  dan PLTU PJB Tanjung Awar-awar.

      Orang nomor wahid di Bumi Wali, Tuban, ini menyatakan, setelah dilakukan pembersihan puing kebakaran, pasar harus segera dibangun kembali. Selama pembangunan diintruksikan agar segera dibuatkan tempat penampungan sementara untuk pedagang.

      “Penampungan sementara dibuatkan kios di sekitar pasar agar pedagang dapat segera berjualan,” ujarya. “Dalam satu minggu ke depan diharapkan sudah selesai dibersihkan,” tambah Bupati Huda.  

      Setelah itu akan dibuat kios permanen, namun langkah tersebut tergantung kesepakatan dengan pedagang.

      Ditambahkan, sebenarnya relokasi pasar menjadi langkah terbaik lantaran pembangunan pasar bisa terkendala kondisi bangunan yang berada tepat di atas obyek wisata Goa Akbar. (tbu)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more