Pasar Wisata Desa Semawot, Destinasi Unik Tawarkan Kuliner Khas Desa

Senin, 23 November 2020, Dibaca : 463 x Editor : nugroho

joko kuncoro
LAYAK DIKUNJUNGI: Seorang pengunjung sedang menikmati kuliner khas pedesaan yang ada di Wisata Desa Semawot, Kecamatan Sukosewu.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Desa wisata mampu menjadi penggerak perekonomian lokal. Salah satunya Pasar Wisata Desa Semawot, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang menarik untuk dikunjungi. Sebab, selain mempunyai wisata perahu cinta, di objek wisata ini juga ada pasar minggu dengan jajanan khas desa.

Kepala Desa Semawot Mujianto mengatakan, desa wisata diharapkan mampu menggerakkan pertumbuhan perekonomian lokal. Juga dengan adanya wisata desa ini, bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat lokal Bojonegoro.

Baca Lainnya :

    "Pasar Wisata Desa Semawot sudah berjalan hingga 11 kali," katanya, Senin (23/11/2020).

    Menurut dia, sebelum Pasar Wisata Desa Semawot terbentuk, awalnya hanya menawarkan perahu cinta saja. Namun, karena antusias masyarakat berkunjung, akhirnya ada penambahan kuliner khas desa. Ada 16 stan kuliner khas desa yang bisa dinikmati, seperti sego pecel, sego jerintil, gethuk, dan jamu.

    Baca Lainnya :

      Pasar Wisata Desa Semawot, lanjut dia, hanya bisa dinikmati pada hari Minggu saja. Hingga kini, pasar minggu sudah berjalan sebanyak 11 kali dan memiliki tema yang berbeda-beda.

      "Seperti pasar minggu lalu, bertema nyepeda sampek Pasar Wisata Desa Semawot," katanya.

      Namun, Pasar Wisata Desa Semawot berbeda, pengunjung ketika membeli makanan harus menggunakan kijeng sebagai alat tukar. Alasannya, selain mempunyai keunikan dibanding pasar lainya juga menghindari kerugian pada pedagang.

      "Ya, alat tukarnya barter menggunakan kijeng, karena untuk mempermudah transaksi antara pembeli dan pedagang," ungkapnya ditemui di wisata.

      Dia mengatakan, wisata ini sudah berjalan tiga tahun lalu, namun perkembangannya bertahap. Hingga kini, sudah menyerap 50 tenaga kerja lokal. Kedepan, kata dia, akan semakin dikembangkan sehingga banyak pengunjung yang tertarik untuk datang. (jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more