Pasien Covid-19 Melonjak, BPBD Bojonegoro Tingkatkan Penyemprotan Disinfektan

Kamis, 24 Juni 2021, Dibaca : 359 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Ardhian Orianto, meninjau langsung penyemprotan disinfektan untuk menekan sebaran virus Corona


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Peningkatan jumlah pasien positif terpapar Covid-19 atau Corona yang melonjak secara tajam di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berbuntut pada peningkatan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Sebagai upaya menekan sebaran virus demi menurunkan jumlah warga terpapar corona, terdapat sejumlah lokasi strategis yang menjadi fokus penyemprotan rutin oleh BPBD. Terutama tempat yang menjadi pusat mobilitas warga.

Baca Lainnya :

    "Baik milik pemerintah maupun swasta, yang menjadi titik berkumpulnya orang banyak, itu yang utama," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Ardhian Orianto, kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (24/06/2021).

    Disebutkan, setidaknya ada tujuh lokasi yang menjadi perhatian utama untuk dilakukan penyemprotan disinfektan sejak Selasa (22/06/2021) kemarin yakni, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) baik baru maupun lama, Pasar Besar Bojonegoro.

    Baca Lainnya :

      Kemudian diteruskan ke Masjid Agung Darussalam, Pasar Swalayan, Perumahan Puri Dander Asri, dan Kantor Kecamatan Dander. Masih dilanjutkan ke Plosolanang, Desa Mojodeso dan Balenrejo untuk melayani permintaan warga.

      "Jadi, saat ini memang aktifitas penyemprotan kita sangat meningkat. Selain jadwal rutin penyemprotan yang kita aktifkan tiap hari Selasa ke tempat-tempat strategis. Permintaan dari warga juga makin bertambah," ujarnya.

      Dijelaskan, karena anggaran penyemprotan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro, warga bahkan cukup menghubungi BPBD melalui telepon, permintaan penyemprotan bisa langsung dilayani. Untuk kelengkapan administrasi melalui pemerintah desa dibantu oleh BPBD.

      "Kami mengutamakan tindakan cepat atau quick respons, tetapi administrasi kan tetap harus ada sebagai SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) kami. Tapi tentu tidak merepotkan warga. Karena apapun itu yang namanya bencana butuh tanggapan dan tindakan cepat," tandasnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more