Pastikan Larangan Mudik, Dinkes dan Dishub Lakukan Pengecekan Stasiun

Senin, 03 Mei 2021, Dibaca : 259 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Kepala Dinkes Bojonegoro, dr. Ani Pujiningrum, sedang memberi arahan alur screening penumpang kepada petugas Stasiun.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Guna memastikan sosialisasi larangan mudik terlaksana dengan baik, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resort Bojonegoro mengecek langsung situasi dan kondisi lapangan di Stasiun dan Terminal yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (03/05/2021).

Kepala Dinkes Bojonegoro, dr. Ani Pujiningrum mengatakan, pihaknya mengecek langsung dan memberikan arahan alur screening penumpang kepada penanggung jawab Stasiun dan Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Rajekwesi Bojonegoro, agar sinergi dalam menekan angka penyebaran Covid-19 terkait kebijakan pelarangan mudik dari Pemerintah Pusat.

Baca Lainnya :

    "Dua hal yang sama penjelasannya stasiun dan terminal. Pertama, penumpang masuk sudah discreening suhu, memakai masker dan tidak ada yang tercecer. Kemudian yang kedua, ketika ditemukan calon penumpang yang tidak lolos screening segera dikonsultasikan ke Dinkes," katanya.

    Sementara Korsatpel Terminal Type A Rajekwesi Bojonegoro, Budi Sugiharto menuturkan, bahwa pihaknya sudah mempersiapkan terminal sesuai kebijakan pemerintah pusat. Termasuk menyediakan layanan GeNose C19 tanpa biaya.

    Baca Lainnya :

      "Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. 13 tahun 2021 hanya penumpang non mudik yang diperbolehkan melakukan perjalanan pada tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021," tutur Budi Sugiharto kepada SuaraBanyuurip.com.

      Dijelaskan, penumpang yang diperbolehkan itu mereka yang melakukan tugas atau sedang melaksanakan pekerjaan pada suatu instansi, atau kunjungan duka, kunjungan keluarga sakit, ibu hamil, dan persalinan. Dengan catatan melengkapi diri dengan surat yang dipersyaratkan.

      "Untuk petugas harus membawa surat perjalanan dinas dari pimpinan. Sedangkan untuk kunjungan keluarga sakit harus membawa surat perjalanan tertulis dari kepala desa," tegasnya.

      Dikonfirmasi terpisah, Wakil Kepala Stasiun Bojonegoro, Supriyanto membenarkan, bahwa Stasiun Bojonegoro telah dicek kesiapannya oleh pihak terkait, soal pelarangan mudik sesuai edaran Satgas Pusat nomor 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik pada Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H/ 2021.

      "Tanggal 6 sampai 17 Mei nanti, kereta api (KA) yang di Bojonegoro hanya melayani empat kali perjalanan, yakni dua kali KA Argo Anggrek dan dua kali KA Maharani," jelasnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more