Pelaku Wisata Bojonegoro Tunggu Penerapan New Normal

Minggu, 31 Mei 2020, Dibaca : 352 x Editor : nugroho

Ist
TUNGGU KEPASTIAN NEW NORMAL : Wahyu Setiawan saat antarkan turis Lithuania di Pasar Ngat, wisata Edukasi Desa Mojodeso.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Pelaku industri wisata di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih menunggu kebijakan pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk menghadapi kenormalan baru atau new normal di masa pandemi virus corona atau Covid-19.

"Sementara ini belum ada persiapan," ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu- pengelola Agrowisata Belimbing-, Priyo Sulistiyo kepada suarabanyuurip.com, Minggu (31/5/2020).

Baca Lainnya :

    Menurut dia, persiapan akan dilakukan setelah ada kebijakan new normal. Dengan begitu, pengelola wisata mengetahui secara pasti apa saja yang harus dipersiapkan, dan bagaimana atauran yang harus diterapkan kepada para pengunjung maupun pelaku wisata.

    "Kalau nanti sudah ada aba-aba dibuka, kita baru adakan kerja bakti bersih bersih serentak. Sekarang kita masih menunggu arahan dari pemkab" ucapnya.

    Baca Lainnya :

      Untuk memastikan kebijakan new normal, tambah Priyo, biasa disapa, Pemerintah Desa Ngringinrejo segera melakukan koordinasi lebih dulu kepada pemerintah daerah.

      "Bu Kades juga baru akan kordinasi," pungkasnya. 

      Senada disampaikan pengelola Wisata Edukasi Gerabah Desa Rendeng, Kecamatan Malo. Ketua Karang Taruna Satria Muda, Mujtaba menyampaikan masih menunggu kepastian kebijakan new normal dari pemkab.

      "Sementara belum. Tapi semua barang dan souvenir sudah siap," sambungnya dikonfirmasi terpisah.

      Ia berharap ada sosialisasi dari pemangku kebijakan terkait aturan-aturan yang diterapkan bagi pengelola dan pengunjung wisata. 

      "Jadi kita bisa mempersiapkan semua sebelum membuka lagi tempat wisata," pungkasnya. 

      Berbeda lagi dengan Wahyu Setiyawan, pelaku jasa industri wisata Bojonegoro. Ia mengaku telah siap jika pemerintah menerapkan new normal. 

      "Tentu kita akan terapkan dan laksanakan protokol kesehatan Covid-19 kepada semua wisatawan," tegasnya.

      Protokol kesehatan Covid-19 yang dimaksud adalah melakukan pengecekan suhu tubuh, mewajibkan memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir (handsanitazer), menjaga jarak sosial dan fisik, physical distancing.

      "Kita juga akan mewajibkan setiap wisatawan yang akan melakukan kunjungan ke Bojonegoro membawa surat keterangan sehat. Tujuannya agar semua merasa aman dan nyaman," jelas pria yang juga Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia itu. 

      Menurut Wahyu pelaku wisata dan usaha berharap kebijakan new normal segera diterapkan. Sebab aktivitas ekonomi lumpuh sejak Bojonegoro ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) virus corona.

      "Beberapa daerah sudah membuka wisatanya, tapi dengan tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya.

      Sementara itu, Pemkab Bojonegoro sedang mempersiapkan konsep untuk menghadapi penerapan new normal oleh pemerintah pusat dan provinsi. Sejumlah kalangan dari berbagai unsur mulai pendidikan, keagamaan, dunia usaha, kesehatan, temasuk dari pariwisata dan juga pondok pesantren diundang di Pendapa Malwopati, Sabtu (31/5/2020), untuk memberikan masukan. 

      "Ini sebagai persiapan jika pusat benar menerapkan kebijakan tersebut. Karena itu kami butuh masukan sebelum membuat konsep new normal, dan menerapkannya di sini," ujar Bupati Bojonegoro Anna Muawanah saat membahas konsep new normal.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more