Pelatihan Berkelanjutan PEPC Kuatkan UMKM

Senin, 21 September 2020, Dibaca : 314 x Editor : nugroho

Ist
KUATKAN UMKM : Salah satu penjahit asal Desa Pelem, yang mendapat program pendampingan dan permodalan dari PEPC.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Awalnya adalah minat. Siti Hamidah, warga Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ini memang sejak kecil suka menjahit. Namun dia mempelajarinya otodidak, sampai kemudian PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menggelar pelatihan bagi masyarakat di wilayah operasi pada 2018.

Pelatihan selama 20 hari yang diikuti 20 orang peserta dari 4 desa sekitar proyek gas Jambaran - Tiung Biru (JTB) membekali Hamidah teknik-teknik dasar menjahit. 

Baca Lainnya :

    "Setelah ikut pelatihan, saya akhirnya bisa memotong dan mengukur baju dengan baik," katanya.

    Hamidah tak sendirian. Atik Aisah, temannya satu desa, mengikuti pelatihan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) sejak 2016. 

    Baca Lainnya :

      "Awalnya, saya ikut pelatihan membatik cap. Tahun 2017 ada pelatihan membuat tas," katanya.

      Mahir membuat batik cap tak lantas membuat usaha Atik lancar. Produksi batik tak semudah yang dibayangkan.

      "Modal dan penjualannya sulit. Akhirnya tahun 2018 ada pelatihan menjahit, saya pun ikut," katanya.

      Pelatihan menjahit melengkapi keterampilan Atik. Kini dia tak hanya mengandalkan produksi dan penjualan kain batik cap Bojonegoro. Saat tak melayani permintaan konsumen untuk menjahitkan baju, ia membuat pakaian dari kain batik cap yang diproduksinya sendiri.

      Apalagi,  PT Pertamina EP Cepu (PEPC) yang bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja tak hanya berhenti pada pelatihan. Para pelaku usaha mikro kecil menengah ini mendapat bantuan peralatan, seperti mesin jahit, mesin obras, gunting jahit, penggaris serta kelengkapan menjahit lainnya. Bantuan juga kembali diberikan setelah pelatihan menjahit tingkat lanjut digelar pada 2019.

      "Saat itu bantuannya sesuai request kami," kata Hamidah yang mendapat bantuan paket peralatan menjahit yang terdiri dari 16 items termasuk berupa mesin obras, etalase, meja fitting, dan setrika.

      Atik mendapat bantuan berupa mesin jahit yang memungkinkannya menerima pesanan dengan bahan kain tipis maupun tebal. Usaha Atik Tailor yang dikelolanya berkembang. 

      "Saya sekarang hampir setiap hari terima pesanan," katanya.

      Bermodal keterampilan hasil pelatihan, Hamidah mengembangkan usaha jahit busana Hamidah Collection pada 2018. Ia memilih menerima pesanan pembuatan gamis dan terutama pakaian khusus wanita.

      "Alhamdulillah, sekarang lebih maju. Saya lebih sering mendapat orderan setiap hari," katanya.

      Terakhir, pada masa pandemi Covid-19, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) memesan pembuatan lima ribu lembar masker kepada para peserta pelatihan. Ada 16 orang warga yang mengerjakan pesanan tersebut.

      "Saya sendiri mengerjakan tiga ratus lembar. Selain itu, saya juga dapat pesanan pembuatn masker dari perusahaan lain," kata Hamidah. Bulan puasa menjelang lebaran adalah saat-saat sibuk yang membahagiakan bagi Hamidah.

      "Pesanan banyak, bisa mengerjakan sampai malam," katanya.

      Edy Purnomo, selaku JTB Site Office & PGA Manager PEPC, senang dengan perkembangan peserta pelatihan. Pelatihan dilakukan untuk warga Desa Kaliombo, Bandungrejo, Talok, Ngasem, Pelem, dan Dolokgede sejak 2015 hingga 2019. 

      "Tujuan dari dilaksanakannya program pelatihan ini memang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasi. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan wirausaha mandiri di sekitar lokasi proyek sehingga akan berdampak pada penurunan tingkat pengangguran dan peningkatan ekonomi makro wilayah Bojonegoro," katanya.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more