Pelukis Tuban Gelar Pameran di Emperan Rest Area

Senin, 17 November 2014, Dibaca : 2933 x Editor : nugroho

edy purnomo
PAMERAN : Salah satu pengunjung sedang melihat pelukis tuban melukis di emperan rest area.


SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Pelukis Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang tergabung dalam Komunitas Seni Rupa Gazebo menggelar pameran di emperan lokasi rest area di Jalan Re Martadinata. Itu mereka lakukan karena sampai saat ini para seniman tersebut belum memiliki tempat representatif untuk menggelar pameran.

Setidaknya ada 10 pelukis memajang hasil karyanya di emperan rest area sejak tanggal 12 November 2014 kemarin. Rencananya pameran ini akan digelar hingga 23 November 2014 mendatang.

Baca Lainnya :

    “Ini karena di Tuban belum ada tempat representatif, sehingga kita memajang hasil karya di sini,” jelas salah satu seniman lukis, Joko Wahono, kepada www.Suarabanyuurip.com, Senin (17/11/2014) di salah satu sudut rest area Tuban.

    Joko mengatakan, sudah seharusnya Kabupaten Tuban mempunyai tempat khusus bagi seniman untuk memajang karyanya sebagai public gallery.

    Baca Lainnya :

      “Sudah semestiya ada public gallery bagi teman-teman lukis di Tuban,” tegas Joko.

      Rest area sendiri, sebenarnya cukup layak bagi para seniman lukis untuk memajang karya. Tetapi mereka cukup khawatir apabila hujan turun akan merusak lukisan mereka karena lokasinya berada di luar ruangan.

      “Cukup layak untuk out door, tetapi untuk karya konvensional seperti kertas dan kanvas bisa bermasalah apabila terkena hujan,” ujar Joko, menjelaskan.

      “Terlebih sekarang sudah mulai musim penghujan,” lanjutnya.

      Ketika ditanya ada Gedung Budaya Loka yang biasa dipergunakan untuk beragam event pameran? Ia mengaku, dibutuhkan biaya yang cukup tinggi bagi seniman apabila ingin menggelar pameran di sana.

      “Lokasinya terlalu luas, apabila mau setting dan penataann display dibutuhkan biaya yang cukup tinggi,” kata Joko.

      Para seniman ini berharap Pemkab Tuban dapat menaruh perhatian terkait hal ini. Salah satunya menyediakan public gallery bagi mereka dengan memanfaatkan bangunan dan asset daerah yang tidak terpakai.

      “Banyak bangunan kosong aset daerah yang semestinya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan ini,” tandasnya.(edp)

       

       


Show more