Pemagaran EPC-5 Kelar, Warga Tak Bisa Cari Rumput

Selasa, 06 Mei 2014, Dibaca : 2927 x Editor : nugraha

SuaraBanyuurip.com/Atok
DIPAGARI : Parto saat mencari rumput di sekitar lokasi proyek EPC-5 Banyuurip, Blok Cepu.


SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro - Penutupan pagar dan pintu proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu bersamaan akan rampungnya proyek tidak hanya berpotensi merugikan pedagang makanan dan minuman kecil di sekitarnya, namun juga warga pencari rumput untuk pakan ternaknya.

Salah satu warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Parto mengaku, adanya proyek tak banyak berdampak pada kehidupannya. Bahkan, untuk mencari rumput tak seleluasa sebelum adanya proyek. Sebab, ladang rerumputan banyak tergerus untuk kebutuhan proyek.

"Tegalannya londo wis enggak iso disobo," katanya ditemui suarabanyuurip.com di pinggiran lokasi pemagaran proyek engineering, procurement and construction (EPC) -5 Banyuurip, Selasa (6/5/2014).

Kakek lima cucu itu menyatakan, tak banyak berharap dengan adanya proyek negara ini. Walaupun saat ini untuk mencari rumput saja merasa kesulitan. Jika dulunya bisa memperoleh lima karung, kini hanya dua sampai tiga karung rumput berukuran kecil.

Parto menegaskan, akan tetap berupaya semampunya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengandalkan dua sapi miliknya.

"Sekarang harga sapi ya mulai turun," imbuhnya.

Menurut warga sekitar, pemagaran di lokasi EPC-5 hanya tinggal bagian selatan di dekat perbatasan Desa Sudu dan Ngraho, Kecamatan Gayam.

Humas konsorsium PT.Hutama Karya-Rekind, Herman Suyatya saat dimintai keterangan mengenai progres proyek pemagaran EPC-5 memilih bungkam dan tertutup kepada media.(roz)


Tidak ada komentar
Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more