Pembangunan Jalan J-TB Timbulkan Polusi Debu

Senin, 06 Juni 2016, Dibaca : 676 x Editor : samian

D Suko Nugroho
POLUSI DEBU : Tampak jelas dibelakang dump truk yang sedang melintas banyak debu yang berterbangan dihempas roda.


SuaraBanyuurip.comD Suko Nugroho

Bojonegoro - Pembangunan perkerasan jalan sepanjang sekira 4 kilometer lebar 5 meter dengan base course mulai dari pertigaan Dusun Gledekan, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam menuju lokasi proyek Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur telah menimbulkan dampak bagi warga sekitar.

Salah satu yang dirasakan warga adalah polusi debu akibat dari aktivitas kendaraan proyek yang dikerjakan PT Pembangunan Perumahan (PP) kontraktor Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). Seperti dump truk pengangkut tanah urug, mengangkut base course yang keluar masuk jalur utama itu.

Baca Lainnya :

    Laminah, salah satu warga Desa Mojodelik, megatakan, polusi debu itu dikarenakan penyiraman yang dilakukan perusahaan tidak maksimal. Sehingga membuat debu berterbangan ketika dihempas angin dan roda kendaraan yang sedang melintas di jalan tersebut.

    “Penyiramannya tidak menentu, Pak. Kadang disiram, kadang kala tidak,” ujar Laminah kepada www.suarabanyuurip.com, Senin (6/6/2016).

    Baca Lainnya :

      Dia berharap penyiraman jalan segera dimaksimalkan. Agar debu yang terhempas roda kendaraan proyek tidak semakin berdampak pada tanaman yang ada disekitar jalan maupun pada kesehataan warga.

      "Perkerasan jalannya kan cuman di base course. Jadi mudah kering jika kena terik matahari. Kalau sekarang masih mending kadang masih hujan. Kalau nanti waktu musim kemarau jika polusi debu itu terus berlangsung dikhawatirkan dapat mengancam kesehatan warga," ujarnya.

      “Perlu pihak perusahaan baik PEPC maupun PT PP segera mengantisiapasinya sebelum memunculkan gejolak sosial bagi warga sekitar. Saya hanya memberikan saran saja jika diterima. Kalau tidak diterima ya tidak apa-apa. Tetapi jika muncul masalah ya jangan menyalahkan warga," sambung Parman warga lain. (suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more