Pembangunan Jembatan Bojonegoro - Blora Dimulai

Minggu, 28 Juni 2020, Dibaca : 676 x Editor : nugroho


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Sempat terkendala izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek pembangunan jembatan antar provinsi penghubung Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan Kabupaten Bojonegoro, Jatim, yang melintasi Sungai Bengawan Solo, kini siap dilaksanakan.

Wakil Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan izin proyek jembatan tersebut sudah keluar dari Kementeriam PUPR tiga hari lalu.

Baca Lainnya :

    “Saya sempat cek langsung ke Kementerian PUPR beberapa hari lalu, dan akhirnya surat izin dari Pak Menteri sudah keluar. Baru saja tanggal 25 Juni kemarin," kata dia, Minggu (28/6/2020). 

    Arief menegaskan proyek pembangunan jembatan sekarang ini sudah siap dikerjakan.

    Baca Lainnya :

      "Kami memastikan semuanya siap agar jembatan yang sudah puluhan tahun dimimpikan warga Blora wilayah Selatan ini bisa segera terwujud,” tandasnya.

      Arief mengaku melihat langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi titik lokasi pembangunan jembatan, tepatnya di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Sabtu (27/6/2020) kemarin. Pemkab Blora juga sudah memulai pembangunan jalan akses selebar 7 meter menuju lokasi jembatan.

      “Alhamdulillah, gayung bersambut. Saat kita tinjau kemarin, baik dari sisi wilayah Blora maupun Bojonegoro sudah mulai dilakukan. Sejumlah alat berat mulai melakukan pengerukan lahan untuk pembangunan jembatan,” jelasnya. 

      Menurut Arief, dimulainya proyek pembangungan jembatan ini menandakan mimpi panjang untuk membuka akses lebih cepat dan dekat bagi warga Blora wilayah Selatan seperti Kradenan, Randublatung, Kedungtuban, Jati menuju Bojonegoro dan Ngawi bisa terwujud. 

      "Dalam waktu dekat juga akan dilakukan peletakan batu pertama dengan Bupati Bojonegoro, kalau tidak salah besok Rabu,” tambahnya.

      Arief mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Bojonegoro, khususnya Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah atas kerjasamanya, karena Pemkab Bojonegoro bersedia membantu 100 persen biaya pembangunan jembatan ini. 

      Sedangkan Blora hanya dapat tugas menyusun Detail Engineering Design (DED) perencanaannya, pembebasan lahan dan pembangunan jalan akses jembatan.

      “Anggaran jembatannya 100 persen dari Bojonegoro, terimakasih banyak Ibu Bupati Bojonegoro," ucapnya.

      Dijelaskan, jika jembatan penghubung itu sudah jadi nantinya warga Blora wilayah Selatan tidak perlu berputar puluhan kilometer ke Cepu lagi ketika ingin ke Ngawi, Madiun, dan sekitarnya. Warga bisa langsung potong kompas Menden-Ngraho. 

      "Nanti tidak perlu pakai perahu juga. Kalau sekarang masih menggunakan perahu untuk penyeberangan motor dan sepeda," tuturnya.

      Fisik jembatan akan dibangun dengan rangka baja yang terdiri dari lima bentang menggunakan rangka baja tipe A. Anggaran jembatan berkisar Rp 90 miliar dari APBD Bojonegoro Tahun Anggaran 2020, dan dilaksanakan oleh rekanan PT. Dwi Ponggo Seto dari Ponorogo, Jawa Timur.

      Sedangkan proyek pembangunan jalan akses menuju jembatan yang dilakukan Pemkab Blora juga mulai dikerjakan. Biayanya senilai Rp 8,2 miliar dari APBD Blora tahun 2020, yang dikerjakan oleh rekanan yang sama karena dibuat satu paket dengan jembatan.

      Pemkab Blora bersyukur karena tahapan pembangunan jembatan yang sudah memakan waktu lama itu akhirnya bisa dilaksanakan tahun 2020 ini.

      Arief menceritakan proses panjang pembangunan jembatan penghubung Blora - Bojonegoro. Setelah dilantik sebagai Wakil Bupati pada tahun 2016 lalu, dia mengajak Staf Khusus Wakil Presiden untuk meninjau penyeberangan Bengawan Solo di Desa Medalem. Kemudian komunikasi terus dijalin dengan Pemkab Bojonegoro.

      "Alhamdulillah Bupati Bojonegoro, Ibu Anna Muawanah merespon baik. Sehingga pertengahan 2019 kemarin terjalin penandatanganan MoU atau kerjasama pembangunan jembatan antara Blora dan Bojonegoro oleh Dinas PUPR masing-masing Kabupaten,” pungkasnya.

      Terpisah, Rasni (46) salah satu warga Desa Medalem, saat ditemui suarabanyuurip.com, Minggu (28/6/2020), merasa senang karena pembangunan jembatan sudah bisa dilaksanakan.

      Wanita yang membuka warung makan di sekitar lokasi proyek jembatan itu mengucapkan terimakasih. Menurut dia, sudah lama masyarakat mengharapkan ada jembatan karena selama mereka harus berputar jauh ke Cepu jika ingin ke Ngraho, Ngawi dan sekitarnya. 

      "Kalau kemarau bisa nyebrang naik perahu, tapi pas banjir ya muter ke Cepu yang jaraknya jauh,” ucap Rasni.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more