Pembebasan Lahan Kilang Tuban Tuntas, Pertamina Tancap Gas

Minggu, 21 Februari 2021, Dibaca : 738 x Editor : nugroho


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Tuban - Pembangunan kilang baru atau New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Jawa Timur, di wilayah Kecamatan Jenu, terus digeber. Setelah menyelesaikan proses pembersihan lahan seluas 328 hektar dan pemulihan lahan abrasi seluas 20 hektar, Pertamina GRR Tuban tahun ini berencana melanjutkan proses pembersihan lahan (land clearing) tahap 3 dan tahap 4.

Anak perusahaan plat merah ini menargetkan kilang tercanggih di dunia-NGGR Tuban-beroperasi pada tahun 2026 mendatang. 

Baca Lainnya :

    Corporate Secretary Subholding Refinering & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional yang menaungi proyek GRR Tuban, Ifki Sukarya menjelaskan proses pembersihan lahan tahap 3 akan menyasar pada 109 hektar lahan eks Perhutani serta 156 hektar lahan yang berasal dari warga yang telah dibebaskan sebelumnya.

    "Kegiatan akan kita mulai pada bulan Maret ini," ujar Ifki melalui keterangan tertulisnya, Minggu (21/2/2021).

    Baca Lainnya :

      Pembersihan lahan tahap 3 ini rencananya akan melibatkan tenaga kerja yang berasal dari desa sekitar operasi perusahaan. Para pekerja akan diberikan pelatihan bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Balai Latihan Kerja Tuban sebelum bekerja.

      “Akan ada sekitar 60 hingga 70 tenaga kerja yang berasal dari desa sekitar," tegasnya. 

      Pekerjaan pembersihan lahan tahap 4 selanjutnya akan dilakukan setelah pekerjaan pembersihan lahan tahap 3 dengan target pekerjaan menyasar pada sisa lahan milik warga yang telah dibebaskan.

      "Sekitar 221 hektar yang akan dibebaskan nantinya. Untuk waktunya nanti akan menyesuaikan dengan penyelesaian pekerjaan tahap 3 agar aktivitas pekerjaan di proyek ini berkesinambungan dan tidak ada waktu kosong," terang Ifki. 

      "Jumlah pekerjanya nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan dan mudah-mudahan warga masyarakat dapat secara optimal berperan dalam pelaksanaan pekerjaan ini," lanjutnya.

      Disinggung mengenai proses pengadaan lahan relokasi kepada warga yang rumahnya terkena penetapan lokasi pembangunan kilang, Pertamina berupaya agar tahun ini proses penyediaan lahan relokasi dapat diselesaikan. 

      “Kami akan menyelesaikan proses penyediaan lahan relokasi sejumlah 20 hektar tersebut, namun kami perlu dukungan semua pihak agar proses penyediaan lahan dapat selesai tepat waktu tetapi tentunya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku” pungkas Ifki.

      Camat Jenu, Moh. Maftuchin Riza menambahkan, proyek Kilang Tuban ini telah menyerap tenaga kerja lokal dari warga terdampak. Mereka diantaranya dipekerjakan sebagai tenaga pembersih lahan (land clearing), dan satpam.

      "Sudah melibatkan warga sekitar," sambung Riza dikonfirmasi terpisah. 

      Selain telah memperkerjakan warga terdampak, lanjut Riza, Pertamina juga telah menggulirkan program tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Di antaranya pelatihan pengelolaan keuangan kepada para pemilik lahan yang telah dibebaskan agar dapat memanfaatkan uang ganti untung yang diterima dengan sebaik-baiknya. 

      "Ada juga pelatihan sertifikasi di Pusdiklat Migas Cepu untuk pemuda-pemuda desa terdampak," bebernya.

      Riza berharap Pertamina memberikan program CSR secara berkelanjutan kepada warga terdampak sesuai potensi yang ada. Seperti di bidang pertanian, peternakan, dan kewirausahaan. 

      "Ini akan membantu mereka menjadi mandiri secara ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraanya setelah lahannya dijual kepada Pertamina," pungkasnya.

      Data suarabanyuurip.com, ada tiga desa ring satu yang terdampak langsung pembangunan Kilang Tuban. Warga ketiga desa ini telah merelakan lahannya dibeli Pertamina. Rinciannya, Desa Wadung 566 bidang, Desa Sumurgeneng 562 bidang, dan Kaliuntu 7 bidang.

      Kemudian lahan Perhutani 1 bidang, dan lahan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup 1 bidang. Totalnya seluas 1.050 hektar. Semuanya berada di wilayah Kecamatan Jenu.

      Proyek Kilang Tuban ini telah menjadikan warga pemilik lahan di tiga desa tersebut miliarder baru. Pertamina membandrol harga lahan milik warga antara Rp600-800 ribu/M2. Pelepasan lahan dilakukan secara langsung melalui negoisasai dan konsinyasi. 

      Pelepasan lahan melalui konsinyasi sebanyak 81 bidang dengan 55 pemilik yang berasal dari Desa Wadung dan Sumurgeneng. 

      Untuk diketahui, proyek kilang Tuban merupakan salah satu proyek strategis nasional yang ditugaskan kepada Pertamina pada 2016 lalu. Penugasan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 807 K/12/MEM/2016 tentang penugasan kepada Pertamina dalam pembangunan dan pengoperasionak kilang minyak di Tuban, Jawa Timur.

      Penugasan yang diberikan pemerintah kepada Pertamina di antaranya adalah melaksanakan pembangunan kilang minyak di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban dengan kapasitas kilang 300.000 barel per hari.

      Sebanyak 30 sampai 50 persen minyak mentahnya akan dipasok dari Rusia. Sisanya didatangkan dari Afrika dan Indonesia. Produk BBM yang akan dihasilkan dari Kilang Tuban adalah gasoline sebesar 80 ribu barel per hari, Solar 99 ribu barel per hari, dan Avtur 26 ribu barel per hari.

      Sedangkan untuk produk baru petrokimia adalah polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.(suko) 



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more