Pemdes Butoh Bersama Pendekar Silat Sapu Penyebaran Corona

Rabu, 25 Maret 2020, Dibaca : 714 x Editor : samian


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Pemerintah Desa (Pemdes) Butoh, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bersama karang taruna, perangkat desa, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, kesehatan, dan 300 lebih pendekar pencak silat melakukan kegiatan sosial menyapu penyebaran virus corona atau covid-19 dengan penyemprotan disinfektan, Rabu (25/3/2020).

Para pendekar tersebut berasal dari tiga organisasi perguruan pencak silat, yaitu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), ASAD, dan Marga Luyu (ML) 151.

Baca Lainnya :

    Kepala Desa (Kades) Butoh, Edy Santoso, mengatakan, kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan bersama para pendekar pencak silat ini untuk mencegah penyebaran wabah virus corona yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

    "Kita patuhi dan jalankan apa yang menjadi arahan dan instruksi dari Pemkab Bojonegoro dalam pencegahan penyebaran virus corona," kata Kades Edy Santoso, kepada Suarabanyuurip.com, disela-sela kegiatan penyemprotan.

    Baca Lainnya :

      Pria yang juga sebagai Ketua Ranting PSHT Ngasem, Cabang Bojonegoro ini menjelaskan, yang menjadi sasaran penyemprotan disinfektan adalah, Mushola, Masjid, Sekelohan, warung kopi, pos cangkruan warga, dan rumah-rumah warga.

      "Khusus warga yang baru pulang dari luar negeri, selain terus dipantau rumahnya juga kita lakukan penyemprotan total," ujar pria bertubuh gempal ini. 

      Sedangkan bagi warga yang baru pulang kerja dari daerah sekitaran, misalnya dari Surabaya maupun daerah lainnya untuk segera melapor Rukun Tetangga (RT), dan perangkat di dukuhan masing-masing guna dilakukan pengecekan kondisinya.

      Selain itu pihaknya juga mengucapkan terimakasih atas dukungan dari semua pihak, termasuk dari anggota organisasi pencak silat yang telah memberikan dukungan luar biasa dengan rela meluangkan waktunya untuk melakukan giat pencegahan penyebaran virus corona ini.

      "Mudah-mudahan warga masyarakat Desa Butoh dijauhkan dari segala musibah termasuk corona oleh Allah SWT, dan apa yang dilakukan bersama ini dapat bermanfaat bagi kita semua," imbuh Mas Didik begitu Edy Santoso karib disapa.

      Sementara Ketua Rayon PSHT Butoh, Edy Supriyanto, mengungkapkan, penyemprotan disinfektan dimulai dari Dusun Gampeng, Krajan, Ngembul, dan trakhir di Dusun Suruhan. Dari empat dusun tersebut jumlah total sasaran penyemprotan sebanyak 33 tempat ibadah, 14 warung kopi, dan 2 sekolahan.

      Rinciannya Dusun Gampeng; 6 tempat ibadah, 1 warung kopi, Dusun Krajan; 17 tempat ibadah, 5 warung kopi, 1 sekolahan, Dusun Ngembul; 7 tempat ibadah, 6 warung kopi, Dusun Suruhan; 5 tempat ibadah, 1 sekolahan, 2 warung kopi.

      Rincian data tersebut merupakan sasaran utama penyemprotan. Sedangkan untuk pos cangkruan warga dan rumah-rumah warga jumlahnya bayak tidak di data.

      "Untuk obat yang digunakan penyemprotan semuanya ditanggung oleh Pemdes Butoh, dan kami hanya siapkan alat semprot dan tenaga saja. Alhamdulillah tentu kami senang bisa terlibat dalam kegiatan pencegahan virus corona bersama Pemdes Butoh," tandas pria yang bekerja di dinas kesehatan ini.

      "Tujuan baik jadi kami sangat mendukung dan antusias dalam melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan," sambung salah satu anggota silat ML 151, Ardi.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more