Pemdes Ring 1 Migas Sukowati Fokus Pembangunan Tiga Sektor

Senin, 13 Juli 2020, Dibaca : 141 x Editor : nugroho

dok/sbu
Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pemerintah Desa Campurejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan memfokuskan pembangunan di tiga sektor. Yakni pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno menjelaskan sektor pendidikan yang diutamakan di antaranya meningkatkan pembangunan gedung PAUD dan TK yang masih belum maksimal. 

Baca Lainnya :

    "Sekarang ini, baru ada beberapa lembaga saja yang mendapat support dari perusahaan migas, selebihnya dari APBDes," ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (13/7/2020).

    Sedangkan bidang kesehatan akan fokus untuk menambah peralatan pendukung protokol kesehatan Covid-19. Seperti tempat cuci tangan, masker, alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kerja dan perangkat desa.

    Baca Lainnya :

      "Ini untuk mencegah penyebaran Covid-19. Apalagi desa ini masuk desa merah," ucapnya. 

      Sementara di bidang ekonomi, Pemdes Campurejo akan memberikan pelatihan berbasis masyarakat untuk membuka peluang usaha terutama bagi ibu-ibu rumah tangga. Seperti membuat kerajinan tangan, keripik atau kerupuk dari bahan dasar singkong atau bahan lainnya, dan masih banyak lagi.

      "Dengan begitu ibu-ibu akan memiliki tambahan pendapatan bagi keluarganya," tegas kepala desa dua periode itu. 

      Pembangunan infrastruktur di beberapa titik juga akan menjadi rencana kerja pemdes ring satu Lapangan Migas Sukowati-sebutan lain Campurejo pada 2020-2021. 

      "Saat ini kita sedang susun Rencana Kerja dan Anggaran atau RKA-nya. Ini merupakan turunan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa atau RPJMDes yang sudah kita Perda-kan," jelas Edi.

      Meski masuk desa penghasil migas Lapangan Sukowati,  Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun ini tidak terlalu besar. Hanya berkisar Rp2 miliar lebih.

      "Itupun masih ada revisi pendapatan dari alokasi dana desa dan Dana Desa dari pemerintah pusat," imbuhnya.

      Menurut Edi, keberadaan lapangan migas Pad A Sukowati belum memberikan dampak signifikan bagi pendapatan desa. Terlebih, saat ini program pemberdayaan masyarakat (PPM) yang masih dalam proses revisi. 

      "Ada proses revisi dari perusahaan migas, karena harus disesuaikan dengan Pemkab Bojonegoro juga adanya Pandemi Covid-19," tukasnya.(rien)






      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more