Pemerintah Dorong Potensi Migas Blok Cepu Dioptimalkan

Jum'at, 11 Juni 2021, Dibaca : 310 x Editor : nugroho

Ist/esdm.go.id
DISKUSI : Menteri ESDM Arifin Tasrif mendorong EMCL mengoptimalkan cadangan migas Blok Cepu.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Pemerintah mendorong ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengoptimalkan potensi cadangan migas di Blok Cepu. Sebab, Lapangan Banyu Urip di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sekarang ini mengalami penurunan produksi secara alamiah, seperti halnya karakteristik reservoir yang berlaku umum di seluruh dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya (ESDM) Mineral Arifin Tasrif menyampaikan Blok Cepu sangat penting bagi Indonesia karena berkontribusi sekitar 30% dari total produksi minyak nasional. Namun demikian, saat ini terdapat indikasi teknis seperti meningkatnya kadar air yang menunjukkan adanya penurunan produksi

Baca Lainnya :

    Arifin mengaku telah meminta ExxonMobil mengoptimalkan pekerjaan di sumur-sumur migas untuk menahan laju penurunan produksi dari Blok Cepu.

    "Pekerjaan-pekerjaan subsurface akan terus dilakukan lebih intens. Selain itu masih ada potensi 40 juta barel yang akan dieksploitasi dari sumber-sumber di sekitar Cepu," ujar Arifin saat peresmian Pengapalan Lifting Minyak ke-700 Blok Cepu, Rabu (9/6/2021) di Tuban, Jatim.

    Baca Lainnya :

      Berdasarkan penilaian teknis, cadangan minyak Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu telah meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 940 juta barel minyak dari 450 juta barel minyak saat final investment decision (FID). Meski demikian, tingkat produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip itu kini sudah mulai menurun secara alamiah. 

      Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya bersama ExxonMobil dan para mitra Blok Cepu tengah mendiskusikan berbagai inisiatif untuk mengelola penurunan produksi yang mulai terjadi, termasuk menjajaki peluang-peluang baru di Blok Cepu.

      Kegiatan produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, dimulai pada tahun 2008 dan fasilitas produksi utama mulai dioperasikan pada kuartal 4 tahun 2015.

      Kontrak Kerja Sama (KKS) Cepu ditandatangani pada 17 September  2005, mencakup wilayah kontrak Cepu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Ampolex Cepu Pte Ltd., PT Pertamina EP Cepu dan empat Badan Usaha Milik Daerah: PT Sarana Patra Hulu Cepu (Jawa Tengah), PT Asri Dharma Sejahtera (Bojonegoro), PT Blora Patragas Hulu (Blora) dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (Jawa Timur) yang tergabung menjadi kontraktor di  bawah KKS Cepu.

      ExxonMobil memegang 45% dari total saham partisipasi Blok Cepu sisanya PEPC 45% dan BUMD 10%. KKS Cepu ini akan berlanjut hingga 2035. Sebuah Perjanjian Operasi Bersama atau Joint Operating Agreement (JOA) telah ditandatangani oleh pihak-pihak kontraktor, di mana ExxonMobil berperan sebagai operator. 

      Lapangan minyak Banyu Urip merupakan pengembangan pertama di dalam wilayah kerja Blok Cepu dan mencakup pengembangan lapangan minyak Banyu Urip. 

      Fasilitas lapangan Banyu Urip, antara lain 3 wellpad dengan 29 sumur produksi dan 16 sumur injeksi, 1 sumur produksi di lapangan Kedung Keris terhubung ke wellpad C menggunakan pipa bawah tanah sepanjang 14 km. Pipa bawah tanah (72 km) melewati lebih dari 50 desa dan pipa bawah laut (23 km) ke Floating Storage and Offloading (FSO) vessel, FSO Gagak Rimang yang terletak di lepas pantai utara Tuban, dengan kapasitas penyimpanan sebesar 1,9 mmbbl dan rata-rata ukuran parcel 0,6-0,9 mmbbl.

      Ahli Teknik Industri Migas Bojonegoro, Yuris Krisnanto menyampaikan jika cadangan minyak Banyu Urip lebih dari 1 miliar barel. Keyakinan ini setelah dirinya melakukan hitung bertahap dari informasi data seismik yang dilakukan Elnusa kisaran tahub 2001. Kemudian data core analisis dari PT corlab waktu itu dan data drill stem test serta bottom hole gradient pressure dan gradient temperature test yang dilaksanakan oleh Schlumberger tempatnya bekerja dahulu. 

      "Jadi ketika dulu ExxoMobil mengatakan deposit reservoir Blok Cepu 250 juta barel sudah saya bilang ke teman-teman media di Bojonegoro itu tidak benar. Bahkan setelah Exxon menyatakan deposit Banyu Urip sebesar 450 juta pun beberapa tahun yang lalu saya masih mengatakan bahwa pernyataan Exxon itu tidak benar. Saya katakan ke teman-teman media bahwa cadangan Banyu Urip lebih dari 1 miliar barrel," ujar Yuris.

      Pendiri Institut ilmu Terapan Tekhnologi (ITTEK) Bojonegoro ini menegaskan jika hitung-hitungannya terhadap cadangan minyak Banyu Urip sebesar 1 miliar tidak meleset. Hal ini dibuktikan dengan diumumkannya cadangan minyak di blok ini yang terus meningkat dari 250 juta barel meningkat menjadi 450 juta barel, meningkat lagi jadi 823 juta barel dan sekarang menjadi 940 jut barel.

      "Dan sekarang terbukti setelah kumulatif produksi mencapai 450 juta bbl produksi Exxon baru turun sedikit dari produksi puncak. Produksi ini akan turun terus sedikit demi sedikit hingga 30 sampai 40 tahun mendatang.  Artinya masih ada deposit tersisa di reservoir Banyu Urip saat ini dekat ke 1 milliar barrel. Jadi akan terbukti bahwa deposit banyuurip adalah lebih dari 1 milliar barel," pungkas Yuris.(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more