Pemerintah Kecamatan Gayam Respon Cepat Serangan Wereng

Senin, 17 Februari 2020, Dibaca : 381 x Editor : nugroho

Winarto
Lahan pertanian di Desa Begadon, Kecamatan Gayam, yang sebentar lagi memasuki masa panen.


SuaraBanyuurip.com - Winarto

Bojonegoro - Tindakan cepat dilakukan Pemerintah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dalam merespon laporan warga. Setelah mendapat laporan Pemerintah Desa Begadon tentang serangan hama, langsung menerjunkan tim petugas penyuluh hama tanaman (PPHT) dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), dan Petugugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) ke lahan pertanian warga, Senin (17/2/2020).  

"Ini yang kita butuhkan gerak cepat saling koordinasi, karena sektor pertanian menjadi andalan warga desa di Kecamatan Gayam," tegas Camat Gayam, Agus Haryana Panca Putra saat meninjau lahan bersama petugas PPHT. 

Baca Lainnya :

    Pria yang sebelumnya lama menjabat di Dinas Pertanian Bojonegoro itu mengatakan, jika semua ditangani secara dini maka dapat segera dilakukaj penanganan untuk menekan populasi hama. 

    "Jagan sampai warga gagal panen," tandasnya. 

    Baca Lainnya :

      Data di Pemdes Begadon, luas lahan pertanian di desa sekitar Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu- sebutan lain Begadon - mencapai 149 hektar (Ha). Diperkirakan panen raya mulai awal Maret. 

      Lahan pertanian di Begadon cukup subur. Dalam setahunn warga bisa menanam padi sampai tiga kali karena ditunjang irigasi yang memadai.

      Ketua Kelompok Tani Begadon, Abdul Rokim   saat menemani petugas menyampaikan terima kasih atas tindakan cepat yang dilakukan PPHT, PPL, dan POPT Gayam dalam menangani serangan hama.

      "Besok pagi bersama petani dan petugas PPHT akan kita lakukan penyemprotan hama bersama - sama," sambungnya. 

      Petugas POPT, Fatoni menyampaikan, penangan serangan hama sementara difokuskan pada padi yang sudah mendekati panen.

      "Tujuannya agarjangan sampai hama wereng pindah ke lahan yang belum dipanen," pungkasnya. (win)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more