Pemerintah Perhatikan Hak Buruh di Omnibus Law Ciptaker

Selasa, 11 Februari 2020, Dibaca : 587 x Editor : teguh


SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi

Jakarta – Pemerintah memastikan tak ada kepentingan dan hak buruh yabg terabaikan. Hal itu diatur dalam RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) yang segera diserahkan ke DPR untuk ditetapkan menjadi Undang-undang. 

“Tidak merugikan tenaga kerja tetapi juga memudahkan investor,” ujar Kepala Staf Kepresidenan, Dr. Moeldoko, di Bina Graha, kompleks Istana Negara, Selasa (11/02/2020). 

Baca Lainnya :

    Moeldoko yang kala itu didampingi Plt. Deputi V Bidang Politik, Hukum, Hankam dan HAM, Jaleswari Pramodhawardani,  menyampaikannya hal tersebut  ketika menerima kunjungan aliansi Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas).

    Mantan Panglima TNI itu memastikan,  Omnibus Law Ciptaker dibuat untuk mencari titik keseimbangan antara kepentingan buruh dan pengusaha. Dia mempersilakan aliansi buruh menginventaris seluruh kekhawatiran dan isu terkait Omnibus Law Ciptaker.

    Baca Lainnya :

      “Nantinya akan ada public hearing yang dilakukan di DPR,” begitu ujarnya dalam pers rilis KSP yang diterima SuaraBanyuurip.com, Selasa (11/2/2020) petang. 

      Terkait isu Tenaga Kerja Asing (TKA), pemerintah sangat mempertimbangkan kondisi pasar kerja dalam negeri. Penggunaan TKA akan dengan cermat memperhatikan jenis pekerjaan, jabatan, syarat kompetensi jabatan dalam hubungan kerja dan waktu tertentu. 

      “TKA yang datang hanya yang punya keahlian khusus yang tidak dimiliki tenaga kerja Indonesia,” tegas Moeldoko.

      Pada pertemuan tersebut Aliansi Gekanas meminta pemerintah tidak tergesa-gesa dalam penyusunan Omnibus Law Ciptaker. 

      “Perlu ada keterbukaan kepada publik dan pihak terkait agar pembahasan RUU tak menimbulkan kegaduhan,” kata Koordinator Gekanas, R Abdullah.

      Gekanas mengusulkan agar hak-hak pekerja di UU Ketenagakerjaan bisa dipertahankan dan bahkan ditambahkan. Hal tersebut  penting karena menyangkut kesejahteraan. (tbu)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more