Pemkab Blora Ajukan Tambahan Pupuk 1.113 Ton

Sabtu, 17 Mei 2014, Dibaca : 807 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora - Memasuki musim tanam kedua tahun ini, petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah alami kelangkaan pupuk bersubsidi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat mengajukan tambahan kuota pupuk ke Pemerintah Pusat.

"Pengajuan itu berdasarkan kebutuhan petani yang dituangkan dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebanyak 1.113 ton,’’ ujar Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Blora, Maskur  kepada suarabanyuurip.com, Jumat (16/5/2014).

Baca Lainnya :

    Maskur  mengatakan, pengajuan tambahan pupuk itu sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Saat ini sedang menunggu hasilnya. "Pemkab berharap pengajuan tambahan itu dipenuhi, karena untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi petani," katanya.

    Dia menyebutkan, berdasarkan RDKK pupuk dari petani, tambahan itu di antaranya adalah pupuk urea sebanyak 700 ton, ZA sebanyak 400 ton, SP 36 sebanyak 2,5 ton, Phonska 6,5 ton dan Petroganik 4 ton. "Seluruh tambahan itu, untuk mencukupi kebutuhan pupuk petani. Sebab, untuk mengatasi kelangkaan bulan lalu, jatah untuk dua bulan berikutnya dimajukan," ujar Maskur, mengungkapkan.

    Baca Lainnya :

      Maskur juga mengutarakan adanya pengurangan kuota pupuk di Blora tahun 2014 sekira 79. 329 ton.  Dengan rincian pupuk urea sebanyak 37.226 ton, pupuk ZA 6.539 ton, SP-36 sebanyak 8.980 ton, serta NPK sebanyak 18.157 ton, dan Petroganik 8.427 ton. "Jatah itu terdiri dari urea mencapai 46 ribu ton. Kemudian ZA sebanyak 8.700 ton, SP 36 sebanyak 11.200 ton,  NPK sebanyak 22.100 ton dan pupuk organik sebanyak 10 ribu ton. Alokasi ini memang  tidak sebanding dengan kebutuhan pupuk di Blora,” pungkasnya.(ali)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more