Pemkab Bojonegoro Diminta Tegas

Pasca Sidak Proyek Blok Cepu

Kamis, 17 Januari 2013, Dibaca : 1282 x Editor : nugroho

ririn w
LIHAT PROYEK : Komisi A DPRD dan Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Pemkab Bojonegoro ketika sidak diakses road.


SuaraBanyuurip.com - Ririn W

 

Bojonegoro - Menuyusul banyaknya pelanggaran di proyek Banyuurip Blok Cepu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat bersikap tegas.

Baca Lainnya :

    Sekretaris Komisi A DPRD Bojonegoro, Sigit Kusharianto, menyampaikan, enam item masalah sosioekonomi  yang telah disepakati antara operator Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) dengan pemerintah desa disekitar proyek Banyuurip ternyata masih ada yang belum terselesaikan hingga saat ini. Salah satunya tukar guling tanah kas desa seluas 13,2 hektar serta tanah pengganti lapangan sepak Bola di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

    “Itu saja belum diselesaikan sampai sekarang. Padahal Bupati Bojonegoro Suyoto telah mengeluarkan ijin prinsip agar kesepakatan-kesepakatan antara pemerintah desa, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan operator dilaksanakan,” ungkapnya.

    Baca Lainnya :

      Menurut dia, selain enam item sosioekonomi, banyaknya pelanggaran yang ditemukan Komisi A dalam inspeksi mendadak (Sidak) hari ini. Karena itu pihaknya akan bertindak tegas agar permasalahan tidak berlarut-larut, terlebih pemilihan Kepala Desa di gayam akan berlangsung sehingga ditakutkan memberikan dampak negative.

      “Ya kami akan memanggil operator untuk menegaskan kapan tukar guling tanah kas desa ini bisa dilaksanakan,” tegas Politsi Partai Golkar asal Desa Nraseh, Kecamatan Dander ini.

      Menanggapi beberapa temuan sidak diproyek engineering, procurement and construction (EPC)-1 Banyuurip, Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengungkapkan, untuk tenaga kerja pengelasan atau welder dari luar daerah yang digunakan kontraktornya itu dikarenakan pihak kontraktor sudah pernah melakukan tes kepada welder lokal namun belum memenuhi kualifikasi dan sertifikasi.

      “Bisa ditanyakan detailnya pada PT Tripatra,” saran warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander ini.

      Sementara untuk Tukar Guling Tanah Kas Desa Lapangan Sepakbola, kata Rexy, masih dalam proses dan di fasilitasi oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro. Sedangkan untuk drainase akan terus dimaksimalkan dan penanganan genangan air hujan perlu koordiansi sektoral dengan pihak desa karena berhubungan dengan drainase desa.

      “ Kami akan menghimbau kemabli seluruh kontraktor untuk melaporkan adanya peluang kerja dan berkoordinasi dengan Pemkab, Camat dan Kepala desa terkait dengan perekrutan tenaga kerja lokal,” tandas Rexy. (rien)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more