Pemkab Diminta Siapkan Skema Bisnis Jelang Proyek J-TB

Senin, 06 November 2017, Dibaca : 1121 x Editor : samian

Ririn Wedia
Lasuri saat membacakan Pandangan Umum Fraksi PAN di rapat paripurna.


SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menyampaikan, jika Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada sekarang ini tidak berdaya untuk ikut serta dalam proyek di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, beberapa waktu lalu.

"Puncak proyek di Blok Cepu telah kita lewati, dan kita ketahui bersama bahwa BUMD tidak berdaya untuk ikut serta didalamnya," kata Sekretaris Fraksi PAN, Lasuri, saat membacakan Pandangan Umum terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2018 di ruang Rapat Paripurna, Senin (6/11/2017).

Baca Lainnya :

    Lasuri minta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro segera menyiapkan skema bisnis yang mantap terhadap BUMD dalam menghadapi puncak proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) Gas Processing Facility atau fasilitas pemrosesan gas (GPF) J-TB nantinya. Tujuannya agar kejadian di lapangan Banyuurip tidak terulang lagi di proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB).

    "Hal ini agar bisa dicapai manfaat terbaik dari eksplorasi J-TB bagi penguatan kapasitas keuangan daerah," tukasnya.

    Baca Lainnya :

      Menurutnya, BUMD yang harus ikut terlibat dalam kegiatan di J-TB nantinya adalah PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dan Griya Dharma Kusuma (GDK).

      Mulai sekarang, managemen GDK harus segera membuat rencana bisnis agar banyak pekerja migas atau mitra bisnis J-TB yang memanfaatkan GDK sebagai tempat menginap.

      "Sedangkan PT BBS, kami berupaya agar ada penambahan modal," tegasnya.

      Sehingga, eksekutif seharusnya segera mengajukan inisiatif Peraturan Daerah (Perda) penambahan modal untuk PT BBS agar bisa ikut serta di proyek J-TB nantinya.

      "Kendalanya PT BBS ini karena kekurangan modal," pungkasnya.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more