Pengaktifan Tanah Solo Valley Masih Dikaji

Jum'at, 20 Juni 2014, Dibaca : 4467 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur akan mengaktifkan kembali Solo Valley Warken yang sudah ada sejak pemerintahan Hindia Belanda untuk mengatasi banjir Bengawan Solo.

Tanah Solo Valey Werken yang akan difungsikan sepanjang 72 kilometer dengan lebar berkisar 200-300 meter. Tanah itu membentang mulai dari  Desa Luwihaji, Kecamatan Margomulyo, hingga di Kecamatan Baureno. Saat ini sekira 20 kilometer yang sudah dimanfaatkan.

Baca Lainnya :

    "Pemanfaatan  tanah Solo Valley Warken ini salah satunya dengan membangun embung,” kata Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro, Edi Susanto kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (20/6/2014).

    Dari 52 kilometer lahan solo valley lainnya dimanfaatkan untuk tanah pertanian, pemukiman warga, sekolahan, puskesmas  dan kantor desa. Namun yang paling besar yakni 80 persen digunakan untuk persawahan.

    Baca Lainnya :

      “Untuk lahan yang digunakan sebagai pemukiman warga statusnya adalah hak sewa,” imbuhnya.

      Pemanfaatan lahan solo valley berdasarkan perjanjian dengan penduduk pengguna tanah dengan sistim sewa yang  diatur dalam "Gouvermen Besluit" tentang "Verhuvurregeling Van ten Behoeve v/d Solo Vallei Werken Ontei Grende Granden (Gouv Besh)" 28 April 1907, No.6 jo 8 Februari 1916, No.13.S.1925-1934. 

      “ Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Bengawan Solo mulai serius untuk mengaktifkan kembali Solo Valley Warken ini.  Untuk itu, saat ini kami masih melakukan kajian awal salah satunya mensosialisasikan kepada penduduk yang tinggal diatas lahan tersebut,” pungkas Edi.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more