Pengeboran Gas JTB Gunakan Rig Silent

Rabu, 08 Juli 2020, Dibaca : 440 x Editor : nugroho

dok/sbu
CANGGIH : Pengeboran gas JTB menggunakan mode rig silent milik PDSI untuk meredam dampak kebisingan.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pertamina EP Cepu (PEPC) memastikan pengeboran (drilling) yang berlangsung di Jambaran Central di Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak memunculkan kebisingan.

"Kita gunakan model rig silent dengan kapasitas standar saat mengeluarkan bunyi," kata Manager JTB Site Office & PGA PT Pertamina EP Cepu, Edy Purnomo, Selasa (7/7/2020).

Baca Lainnya :

    Edy menjelaskan dengan mode rig silent yang digunakan kapasitas noise atau suara masih di bawah baku mutu atau di bawah ambang batas, yaitu 55 +3 desibel. Sehingga, bisa dipastikan tidak mengganggu aktivitas warga sekitar. 

    "Tim HSSE kami sudah melakukan pengecekan di lapangan terkait itu," imbuhnya. 

    Baca Lainnya :

      Pengeboran di Jambaran Central dilaksanakan PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI). Sekrang ini pekerjaan terus dikebut. Rencananya, 3 sampai 4 bulan pengeboran sudah selesai.   

      Seluruh rangkaian Drilling Campaign di JTB telah menyelesaikan 3 sumur, sehingga diharapkan selesai pada akhir 2020 serta siap mengalirkan gas ke Gas Processing Facility pada kuartal pertama 2021, sesuai dengan target dari Pemerintah.

      "Harapannya, setelah selesai drilling kita connect-kan atau sambungkan dengan pipa-pipa yang sudah dibangun oleh PT Rekayasa Industri di GPF," tukasnya. 

      Pekerjaan di proyek Gas JTB selama ini mencakup beberapa lingkup pekerjaan, seperti pengeboran empat sumur, pengerjaan pipa pengumpul sepanjang 6,6 km, pembangunan Gas Processing Facility (GPF) yang telah mencapai 56,42%, dan pengerjaan jalur pipa fluida yang tersambung dengan fasilitas produksi Lapangan Banyu Urip.

      Selain itu pengerjaan jalur pipa sales gas sepanjang 11,3 km, pembangunan stasiun pengukuran sales gas, serta pembangunan infrastruktur dan pendukung operasi seperti perkantoran, gudang, bengkel, rumah ibadah, dan perumahan.

      "Drilling Campaign JTB menggunakan rig milik PT PDSI yang memiliki teknologi walking rig yang canggih," tegasnya.

      Selain mode rig silent, rig PDSI dapat bergeser dari satu sumur ke sumur lain tanpa harus direbahkan sehingga mengurangi durasi pengeboran. Pekerjaan pengeboran meliputi 5 sumur baru dan 1 sumur existing untuk menghasilkan produksi raw gas sebesar 315 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD).(rien)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more