Pengembangan Wisata Wonocolo Terganjal Aset Perhutani

Minggu, 08 Desember 2019, Dibaca : 480 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto, saat berpidato pada acara Festival Geopark ke 2 Bojonegoro di kawasan wisata sumur minya


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Bojonegoro - Wakil Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Budi Irawanto mengungkapkan, pengembangan wisata di Wonocolo Kecamatan Kedewan, masih terganjal aset yang dimiliki perhutani.

"Jujur saja, di sini aset Perhutani juga," katanya, Minggu (8/12/2019) saat berada di kawasan sumur minyak tua Wonocolo.

Baca Lainnya :

    Menurutnya, kurang maksimalnya pengembangan sektor wisata di Wonocolo karena adanya beberapa faktor. Salah satunya karena adanya dua institusi berdiri di kawasan tersebut, yaitu Pertamina dan Perhutani. Kedepan, kata dia, bisa dilakukan kerja sama dengan pihak perhutani dan penanggung jawab sumur minyak. Adanya sumur minyak tua bisa menjadi pendukung wisata.

    "Makanya perlu ada kerja sama," tandasnya.

    Baca Lainnya :

      Pihaknya menjelaskan, kawasan wisata Wonocolo masih banyak kekurangan. Termasuk dukungan infrastruktur. Secara bertahap, akan dilakukan perbaikan infrastruktur dan fasilitas lain.

      "Tapi ya itu masih ada kendala pada lahan," jelasnya.

      Sektor pariwisata, lanjut dia, akan menjadi garapan utama Pemkab Bojonegoro, sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mengingat, keberadaan Industri Migas tidak selalu ada.

      "Sektor Pariwisata dan Pertanian yang selanjutnya akan kami genjot. Karena Bojonegoro sendiri, potensi awalnya memang di Pertanian dan Pariwisata," ujar Wawan sapaan akrab Wabup Budi Irawanto.

      Ditambahkan, jika sektor pariwisata ini dikelola dengan baik, maka bisa terus berkelanjutan. Karena wisata sendiri tidak akan ada habisnya.

      "Seperti Wonocolo ini, setiap tahun sudah ada agenda rutin," ujarnya.

      Sekadar diketahui, lapangan sumur  minyak tua di Wonocolo, Kecamatan Kedewan, merupakan Wilayah Kerja Pertambangan Pertamina EP Asset 4 Field cepu. Berada di lahan milik Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu.

      Terpisah, Junior Manager Bisnis KPH Cepu, Maman, belum memberi keterangan saat dikonfirmasi melalui sambungan telephonnya. Meskipun ada nada sambung, namun telephon tidak diangkat. Pesan singkat melalui WhatsApp yang dikirim juga belum mendapat balasan.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more