Pentingnya Penanganan Quality Control dan Penyimpanan di Industri Migas

Senin, 19 April 2021, Dibaca : 302 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
VIRTUAL : Peserta mengikuti pelatihan Quality Control dan Penyimpanan di Industri Migas di PPSDM Migas secara daring.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Dalam sebuah perusahaan barang dan jasa, Quality Control (QC) adalah hal yang sangat penting untuk menghindari kesalahan yang akan merugikan bisnis. Penanganan Quality Control pada industri minyak dan gas bumi adalah salah satunya.

Keterangan resmi Pusat Pengembaangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas), yang mengutip laman Investopedia, QC adalah adalah proses pengecekan yang dilakukan oleh bisnis atau perusahaan, untuk memastikan kualitas produk sesuai dengan standar yang ada.

Baca Lainnya :

    Oleh sebab itu keterkaitan antara QC dengan penyimpanan di industri migas sangat erat sekali karena pada proses QC, produk – produk olahan dari minyak dan gas bumi harus diukur dan ditangani dengan baik. Agar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan untuk meningkatkatkan kualitasnya.

    Untuk itu, sebanyak 30 orang dari Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dan  Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengikuti pelatihan Penanganan Quality Control dan Penyimpanan Migas selama tiga hari. (12-14/4/2021), secara virtual.

    Baca Lainnya :

      Widyasiwara Madya sekaligus Course Leader dari pelatihan ini, Arluky Novandy  menjelaskan, pelatihan ini dilaksanakan agar tercipta tenaga profesional dalam melakukan kegiatan pengendalian mutu BBM dan LPG di fasilitas penyimpanan.

      “Iya penting sekali untuk melatih tenaga kerja yang handal untuk  Penyimpanan Migas dan Proses QC," ujar Arluky, Senin (19/4/2021). 

      Proses penyimpanan dan QC migas itu sendiri, kata dia, adalah suatu sistem dalam mengendalikan mutu produk migas.  Fungsi utamanya adalah mencegah terjadinya non-conformity output atau ketidaksesuaian hasil, baik mutu dan jumlahnya. 

      "Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat akan produk migas yang dikonsumsinya,” jelas Arluky.

      Lebih lanjut Arluky menyampaikan, bahwa dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang penanganan BBM dan LPG di fasilitias penyimpanan migas.

      Dengan total 24 jam pelajaran, peserta telah mendapat materi tentang BBM.  Yang meliputi produk- produk BBM dan LPG; sarana dan fasilitas penyimpanan BBM dan LPG dan juga apa saja persyaratan tangki simpan untuk BBM dan LPG; pengendalian mutu hasil olahan migas dimulai dari pengambilan sample BBM dan LPG dan pelaksanaan QC selama berada di Laboratorium untuk menganalisis BBM dan LPG.

      "Sehingga nanti akan menentukan kuantitas dan kualitas BBM dan LPG yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan,” ungkapnya.

      Salah satu peserta yang telah mengikuti pelatihan ini, Rinna Santi Sijabat mengemukakan, implikasi real materi yang didapat selama pelatihan berlangsung pada pekerjaannya sebagai Inspektur Migas di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.

      “Materinya pada pelatihan ini bagus dan bermanfaat untuk pekerjaan saya sebagai seorang Inspektur Migas. Harapannya kedepan materi yang diberikan bisa lebih update dan lebih bervariasi lagi sesuai dengan acuan standar terkini dan isu/kasus di bidang migas saat ini,” jelas Rinna saat di Hubungi Tim Humas PPSDM Migas.(adv/ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more