Penumpang Masih Khawatir, Terminal Rajekwesi Bojonegoro Sepi

Senin, 28 September 2020, Dibaca : 298 x Editor : nugroho

joko kuncoro
SEPI PENUMPANG : Salah satu Bus saat menunggu penumpang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Kondisi Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Jawa Timur, masih terbilang lengang. Meski ada kenaikan penumpang, namun jumlahnya kecil. Di masa pandemi kini, jumlah penumpang yang naik turun di terminal sekitar 1.650 penumpang. Padahal, saat sebelum pandemi bisa di atas 3.000 penumpang.

Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro Sentot Sugeng Waluyo mengatakan, hingga kini penumpang masih khawatir menggunakan angkutan umum. Meski begitu, pihaknya terus menyediakan angkutan umum karena mempermudah calon penumpang jika bepergian jauh.

Baca Lainnya :

    “Jika armada bus tidak beroperasi pasti menyulitkan masyarakat,’’ katanya.

    Sentot sapaan akrabnya menjelaskan, pandemi virus covid-19 sangat berpengaruh pada jumlah calon penumpang. Sebelum adanya pandemi sekitar 3.000 penumpang naik turun dari Terminal Rajekwesi Bojonegoro.

    Baca Lainnya :

      “Bahkan bisa lebih,” jelasnya, Senin (28/09/2020).

      Dia mengatakan, kini satu armada bus ketika keluar dari Terminal Rajekwesi hanya mengangkut 10 penumpang saja. Selain itu, armada bus yang bisanya dua kali pulang pergi (PP) semisal trayek Surabaya. Kini, hanya tinggal satu kali PP saja.

      “Bahkan, jika tidak ada penumpang armada bus memilih berhenti,” ungkapnya kepada SuaraBanyuurip.com

      Armada bus, lanjut dia, waktu tunggu juga semakin mengalami keterlambatan. Jika sebelumnya 10 menit kini menjadi 20 menit.

      ‘’Itu karena sepinya penumpang,’’ kata Sentot. 

      Selain itu, penumpang masih khawatir menggunakan angkutan umum. Alasannya, tempat duduk dalam bus digunakan secara bergantian. Seperti jika tempat duduk penuh mereka akan duduk dengan siapa. 

      Dia menambahkan, calon penumpang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan angkutan umum. Karena, kendaraan pribadi dirasa lebih aman. Dan jauh dari kontak fisik dari orang lain.

      “Rata-rata menggunakan kendaraan probadi seperti motor dan mobil,” katanya. (jk)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more