Penyumbang Minyak Terbesar, Blok Cepu Bakal Mengalami Penurunan Produksi

Selasa, 12 Januari 2021, Dibaca : 1094 x Editor : samian

dok SBU
Fasilitas Produksi Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Kejayaan produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, tak lama lagi akan berangsur meredup. Pasalnya tahun ini bakal mengalami penurunan produksi. Ladang minyak yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu merupakan  andalan Pemerintah Indonesia sebagai penyumbang minyak terbesar lifting realisasi operasional produksi siap jual nasional.

Kendati, ladang minyak yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tersebut diawall tahun 2021 ini rata-rata produksi minyak masih sama dengan tahun 2020, yaitu sebesar kurang lebih 220.000 barel per hari (Bph).

Baca Lainnya :

    Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, ketika dikonfirmasi terkait dangan produksi Blok Cepu, belum memberikan jawaban. Pesan pendek melalui WhatsApp yang dilayangkan Suarabanyuurip.com, hingga berita ini diturunkan hanya dibaca, dan tak ada balasan.

    Sementara dikonfirmasi terpisah, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa), Nurwahidi, membenarkan jika di tahun 2021 produksi minyak Banyu Urip bakal mengalami penurunan.

    Baca Lainnya :

      "Secara alamiah produksi harian minyak dari Banyu Urip akan mengalami sedikit penurunan di tahun 2021," kata Nurwahidi, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (11/01/2021).

      Namun secara rata-rata tahunan, kata Nurwahidi, produksi minyaknya masih relatif sama dengan tahun 2020, yaitu sekira 220.000 Bph minyak. Hanya saja ketika disinggung terkait dengan penurunan, Nurwahidi, tidak memberikan penjelasan secara rinci.

      "Untuk data lengkapnya ada di Pusat," tandasnya.

      Diberitakan sebelumnya, Lapangan Minyak Banyu Urip, menjadi tumpuan Pemerintah Indonesia dengan penyumbang minyak terbesar lifting realisasi operasional produksi siap jual nasional.

      Produksi minyak dari lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang dikendalikan EMCL itu sekarang ini telah berada dikisaran 228.000-229.000 barel atau meningkat dari sebelumnya 220.000 barel per hari (bph). Sedangkan lifting minyak Banyu Urip hingga 17 Agustus 2020 lalu telah mencapai 600 kali.

      Bahkan dari hasil kajian teknis yang berkesinambungan, EMCL telah merevisi jumlah cadangan Banyu Urip hingga 450 juta barel minyak, dan baru-baru ini meningkat lagi hingga 823 juta barel minyak.

      Berdasarkan laporan kinerja SKK Migas, data lifting minyak nasional per 31 Agustus 2020 tercatat sebesar 706,9 ribu barel minyak per hari (bopd) atau 100,3 persen melampaui target APBN-P yaitu 705 ribu bopd.(sam)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more